42 Siswa SMKN 1 Merdeka Masih Dirawat, 2 Dirujuk ke Medan

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 22:03 WIB
Salah satu siswa SMKN 1 Berastagi saat dirawat di rumah sakit. (istimewa)
Salah satu siswa SMKN 1 Berastagi saat dirawat di rumah sakit. (istimewa)

 

KARO, Sumutpos.jawapos.com – Penanganan siswa SMK Negeri 1 Merdeka, Kabupaten Karo, yang mengalami gejala diduga keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih berlangsung. Hingga Kamis (17/9), sebanyak 42 siswa masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Amanda Berastagi.

Sementara itu, dua siswa lainnya harus mendapat penanganan lebih lanjut di Medan. Keduanya dirujuk ke rumah sakit berbeda setelah menjalani pemeriksaan medis.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, Zulkarnain Barus, mengatakan dua siswa tersebut masing-masing dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan dan Rumah Sakit Adam Malik Medan.

“Untuk siswa SMKN 1 Merdeka yang dirawat di Rumah Sakit Amanda, terdapat 42 orang. Sementara dua lagi sudah dirujuk dokter ke Medan,” ujar Zulkarnain, Kamis (17/9).

Baca Juga: Coaching Clinic Petugas Loket, Kantah Batu Bara Perkuat Kualitas Pelayanan

Salah satu siswa yang dirujuk adalah Jesika Kamelia Br Sinuhaji. Ia kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan setelah mengalami pusing disertai muntah.

Sementara siswa lainnya, Cristian Hamonangan, mendapat perawatan di Rumah Sakit Adam Malik Medan. Cristian dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, gatal hingga sakit tenggorokan.

Selain siswa yang masih dirawat di rumah sakit, terdapat 16 murid yang sebelumnya telah diperbolehkan menjalani rawat jalan setelah mendapat pemeriksaan dokter Rumah Sakit Amanda.

“Untuk yang sudah dirawat jalan oleh pihak dokter Rumah Sakit Amanda ada 16 murid,” kata Zulkarnain.

Zulkarnain mengatakan penanganan kesehatan para siswa kini diserahkan kepada tim medis. Pihaknya juga telah meminta agar seluruh korban memperoleh pelayanan kesehatan secara maksimal.

“Untuk kesehatan korban sudah kita serahkan kepada pihak medis. Sudah disampaikan juga untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” ujarnya.

Di tengah masih berlangsungnya perawatan puluhan siswa, perhatian juga tertuju pada respons Pemerintah Kabupaten Karo. Hingga Kamis sore, belum ada pernyataan resmi Pemkab Karo terkait perkembangan kasus dugaan keracunan MBG tersebut.

Bupati Karo Antonius Ginting juga disebut belum mendatangi Rumah Sakit Amanda Berastagi untuk menjenguk siswa yang masih menjalani perawatan.

“Sampai hari ini belum ada Bupati Karo datang ke rumah sakit,” kata salah seorang orang tua siswa.

Baca Juga: KONI Tebingtinggi Bidik Lima Besar Porprovsu, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas

Konfirmasi mengenai kondisi para siswa sekaligus alasan belum adanya kunjungan Bupati Karo juga telah dimintakan kepada Sekda Karo Gelora Kurnia Putra Ginting. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada jawaban.

Persoalan lain muncul dari sisi pembiayaan. Kepala SMK Negeri 1 Merdeka, Mbina Bangun, mengaku belum mengetahui secara pasti mekanisme biaya dan pertanggungjawaban perawatan siswa yang dirujuk ke Medan.

“Dua orang siswa kita sudah dirujuk ke rumah sakit di Medan. Terkait biaya dan pertanggungjawaban biaya perawatan, saya juga kurang paham,” katanya.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pemantauan terhadap kondisi para siswa tetap dilakukan. Adella Pasaribu, Koordinator BGN Wilayah Karo, mengatakan pihaknya menempatkan tim untuk melakukan pengawasan di lokasi.

Baca Juga: Dodhy Thahir Dijemput Paksa dan Ditahan, BKD DPRD Sumut Minta Anggota Dewan Waspada

“Untuk pengawasan dan pemantauan kita juga punya tim yang standby di lokasi. Dan untuk seluruh pembiayaan itu ditanggung oleh BGN,” katanya.

Dengan masih dirawatnya puluhan siswa dan dua korban yang harus dirujuk ke Medan, penanganan kasus tersebut kini menjadi perhatian serius. Selain memastikan kondisi kesehatan para siswa, kejelasan mekanisme pembiayaan serta evaluasi terhadap pelaksanaan layanan MBG juga menjadi bagian penting dalam penanganan kasus ini. (deo/han)

Editor : Johan Panjaitan
dirujuk dirawat smkn 1 merdeka Rumah sakit amanda berastagi Keracunan MBG