NISEL, SUMUT POS- Kesatuan Pengawas Laut dan Pelayaran (KPLP) Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, menggelar aksi donor darah dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke- 55 tahun, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor KPLP UPP Kelas III Teluk Dalam itu didukung oleh PMI Kota Gunungsitoli, PMI Nias Selatan, Pemkab Nias Selatan, TNI, Polri, masyarakat, dan mahasiswa.
Aksi sosial tersebut diarahkan untuk membantu ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan insan perhubungan.
Baca Juga: Gelapkan Uang Rekanan Rp350 Juta, Jaksa Tuntut Kontraktor Satu Setengah Tahun
Kepala KPLP UPP Kelas III Teluk Dalam, Eneas Wate, mengatakan kegiatan donor darah menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan yang dilaksanakan jajaran perhubungan dari tingkat pusat hingga daerah.
Menurut dia, semangat utama kegiatan tersebut adalah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pasien atau warga yang membutuhkan darah.
Eneas menekankan bahwa peringatan Harhubnas tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial.
"Melalui donor darah, KPLP UPP Teluk Dalam ingin mendorong partisipasi bersama dan memperkuat solidaritas antara instansi pemerintah, unsur keamanan, organisasi kemanusiaan, masyarakat, serta kelompok lainnya di Nias Selatan," pungkasnya.
Dukungan berbagai unsur itu, menurut Eneas, menunjukkan bahwa kegiatan kemanusiaan dapat menjadi ruang kolaborasi lintas lembaga.
Lebih lanjut, Eneas menyampaikan bahwa lebih dari 50 kantong darah berhasil terkumpul dalam kegiatan tersebut.
Kepala Unit Donor Darah, dr. Dian Zendrato, menjelaskan bahwa setiap calon pendonor terlebih dahulu melalui tahapan administrasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum diperbolehkan mendonorkan darah.
"Calon pendonor terlebih dahulu mengisi formulir, menjalani pemeriksaan kondisi kesehatan, kemudian baru mengikuti proses donor apabila dinyatakan memenuhi persyaratan," katanya.
Meski demikian, ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang datang dan bersedia menyumbangkan darah untuk membantu orang lain.
Ia menilai kesediaan masyarakat menjadi pendonor memiliki arti penting karena ketersediaan darah sangat bergantung pada partisipasi sukarela.
Sementara, Kepala Markas PMI Nias Selatan, Heriyanto Telaumbanua, juga menilai partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah di Nias Selatan masih tinggi.
Menurut Heriyanto, kondisi tersebut memperlihatkan tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa donor darah bukan hanya kegiatan sosial sesaat, tetapi juga bentuk kepedulian yang dapat membantu orang lain yang membutuhkan transfusi darah. (eri/ram)
Editor : Juli Rambe