Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kenapa Porsi Sahur Besar Tidak Selalu Membuat Puasa Lebih Ringan? Ini Penjelasan dr. Tirta

Redaksi • Jumat, 20 Februari 2026 | 14:54 WIB
Ilustrasi makan sahur porsi banyak. (Freepik.com)
Ilustrasi makan sahur porsi banyak. (Freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Menjelang bulan Ramadan, banyak orang cenderung memilih sahur dengan porsi besar dengan harapan bisa bertahan lebih lama tanpa rasa lapar.

Namun menurut dokter dan edukator kesehatan, dr. Tirta, kebiasaan tersebut justru tidak selalu efektif dan berpotensi membuat tubuh merasa lapar lebih cepat saat berpuasa.

Melansir Instagram @lambegosiip, Jumat (20/2/2026), Dr. Tirta menjelaskan bahwa komposisi nutrisi makanan jauh lebih penting dibandingkan sekadar besarnya porsi sahur.

Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat sederhana (misalnya nasi putih dalam jumlah besar, makanan manis, atau olahan tepung) bisa memicu lonjakan cepat kadar gula darah setelah makan.

Saat gula darah cepat naik, tubuh akan bereaksi dengan melepaskan insulin dalam jumlah besar. Akibatnya, kadar gula darah turun lagi secara cepat, dan kondisi ini yang sering terasa sebagai rasa lapar, lemas, bahkan ngantuk hanya beberapa jam setelah sahur.

Untuk membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan menjaga kestabilan gula darah, dr. Tirta menyarankan agar sahur difokuskan pada makanan yang tinggi protein dan serat, seperti Telur, Dada ayam atau ikan, Sayuran hijau, Alpukat, dan Kurma dalam jumlah sedang.

Nutrisi tersebut dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga memberikan rasa kenyang yang bertahan lebih lama sepanjang hari tanpa memberi lonjakan gula darah besar.

Selain saran dr. Tirta, beberapa panduan umum dari pakar kesehatan juga menekankan pentingnya memilih menu sahur yang tepat:

- Karbohidrat kompleks (seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal) lebih baik daripada karbohidrat sederhana.

- Protein cukup membantu mempertahankan energi dan massa otot.

- Serat dari buah dan sayuran membantu pencernaan dan kenyang lebih lama.

- Hindari makan berlebihan, karena justru bisa membuat tubuh bekerja lebih keras dan memicu rasa lapar lebih cepat.

Sahur bukan soal seberapa banyak yang dimakan, tapi apa yang dimakan. Porsi makan besar tanpa mempertimbangkan komposisi nutrisi justru bisa membuat rasa lapar datang lebih cepat di siang hari. Mengutamakan makanan tinggi protein dan serat bisa membantu membuat puasa lebih kuat, stabil, dan nyaman. (lin)

Editor : Redaksi
#Ramadan 2026 #tips puasa #sahur sehat