SUMUTPOS.JAWAPOS.COM - Tingginya sampah popok bayi salah satunya bisa dicegah dengan kebiasaan masyarakat mengubah popok bayi sebagai media tanam.
Dari metode yang dilakukan didapatkan hasil bahwa limbah popok bayi
ternyata bisa dikurangi dengan cara pengolahan kembali.
Pengolahan kembali popok bayi dapat dimanfaatkan sebagai media tanam. Limbah popok bayi yang sudah dipakai memiliki kandungan utama berupa hydrogel ditambah urin.
Hydrogel dalam popok bayi ini dapat digunakan sebagai campuran media tanam
karena memiliki karakteristik dapat menyerap dan menyimpan air dengan baik.
Dengan dicampurkannya kandungan tersebut dalam media tanam maka dapat
meningkatkan kualitas media tanam tersebut karena memiliki keunggulan
menyimpan air cukup lama.
Karena media tanam memiliki kelembaban yang tinggi dan kandungan airnya dapat disimpan cukup lama maka akan mengurangi intensitas penyiraman tanaman sehingga dapat menghemat air juga.
Selain hydrogel juga terdapat urin pada limbah popok bayi yang bisa
dimanfaatkan sebagai pupuk organic.
Dengan proses penguraian organic yang telah dilakukan didapatkan urin yang sebelumnya memiliki zat racun seperti ammonia hilang dan tersisa zat yang dapat digunakan sebagai pupuk organic.
Memang waktu yang dibutuhkan untuk penguraian ini tidak singkat dan
cenderung lama, tapi dapat dihasilkan pupuk yang ramah lingkungan karena dari
zat organic.
Dikutip dari berbagai sumber, hasil media tanam dari limbah popok bayi ini memiliki beberapa keunggulan yaitu meningkatkan kelembaban media tanam atau tingkat airnya lebih tinggi dan mampu bertahan lama sehingga intensitas penyiraman dapat dikurangi sehingga dapat menghemat air saat musim kemarau.
Selain itu pada media tana mini juga mengandung pupuk organic dari sisa urin pada limbah popok bayi yang sudah diuraikan lagi.
Hal ini dapat menghemat pemakaian pupuk karena media tanam dari pemanfaatan limbah popok bayi ini juga sudah mengandung pupuk organic yang dapat menyuburkan tanaman.
Media tanam ini dapat digunakan untuk menanam sayuran cepat panen seperti selada, sawi, daun bawang, selederi, dan sebagainya.
Cara aplikasi
Pupuk dan media tanam dari popok bayi popok atau diaper mengandung amonia yang berasal dari air seni sehingga limbah diaper tidak bisa langsung digunakan sebagai media tanam.
Ambil gel dari popok bekas kemudian campurkan dengan mikroorganisme lokal (MOL).MOL banyak tersedia di toko pertanian.
MOL bisa dibuat sendiri, dari keong, air kelapa, air cucian beras dan diberi glukosa atau air tebu.
Semua bahan tersebut dicampur menjadi satu. Gel dari popok itu kemudian dimasukkan ke dalam ember lalu dicampur dengan sekitar satu liter air dan satu gelas MOL.
Setelah itu biarkan larutan mengalami proses fermentasi selama 10 hingga 14 hari.
Setelah proses fermentasi selesai, gel popok itu bisa digunakan untuk media tanam setelah dicampur dengan tanah dan sekam di polybag.
Sedangkan airnya bisa untuk pupuk. Gel diaper dibuat untuk menyimpan air sehingga media tanam yang berasal dari popok bayi tak perlu sering disiram. (sita)
Editor : Redaksi