Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Matcha dalam Kantong Infus: Sensasi Unik Kedai Boba Bali yang Berujung Kontroversi

Redaksi • Kamis, 8 Januari 2026 | 06:00 WIB
Dua pengunjung sedang menikmati minuman matcha menggunakan kemasan menyerupai cairan infus medis yang memicu keresahan warganet. (Instagram @buba _tea_bali)
Dua pengunjung sedang menikmati minuman matcha menggunakan kemasan menyerupai cairan infus medis yang memicu keresahan warganet. (Instagram @buba _tea_bali)

Sumutpos.jawapos.co - Inovasi kerap menjadi senjata utama pelaku usaha kuliner untuk mencuri perhatian publik. Namun, langkah berbeda yang diambil sebuah kedai teh boba di Bali justru memantik polemik.

Alih-alih mendapat pujian, konsep penyajian minuman matcha menggunakan kemasan menyerupai cairan infus medis malah memicu keresahan warganet.

Minuman tersebut dikemas dalam plastik transparan lengkap dengan tulisan “D5 Dextrose Monohydrate”; nama yang selama ini identik dengan cairan infus di rumah sakit. Visual itu sontak mengundang tanda tanya, terutama karena label tersebut lazim ditemui pada produk medis yang tergolong obat keras.

Perbincangan pun meluas setelah sejumlah pengguna media sosial, khususnya di platform X, mengunggah foto dan pengalaman mereka.

Seperti yang dilansir, Rabu (7/1/2026), banyak yang mempertanyakan bagaimana kedai tersebut bisa mendapatkan kemasan dengan identitas medis yang begitu spesifik. Kekhawatiran pun muncul, bukan soal rasa minuman, melainkan aspek keamanan dan etika penggunaannya.

Sebagian warganet menyoroti kemungkinan terburuk: apakah kemasan itu benar-benar baru atau justru berasal dari limbah medis. Isu ini dianggap serius mengingat limbah rumah sakit dikenal berisiko membawa kontaminasi berbahaya jika tidak dikelola sesuai prosedur.

“Kreatif boleh, tapi kalau sudah pakai simbol medis gini jadi bikin was-was. Apalagi ini buat minuman,” komentar seorang netizen.

Permintaan klarifikasi pun mengalir deras. Warganet menilai pihak kedai perlu bersikap terbuka demi menjaga kepercayaan konsumen.

“Tolong diklarifikasi ya, ini kemasan baru atau gimana. Soalnya kalau lihat sekilas kayak infus bekas,” tulis akun lainnya.

Transparansi dianggap penting agar publik tidak berspekulasi lebih jauh dan memastikan bahwa kemasan tersebut aman serta tidak melanggar aturan kesehatan.

Sisi lain, melalui akun resmi Instagramnya, @buba_tea_bali mengunggah penjelasan terkait hal tersebut.

"Kami melihat banyak pertanyaan dan diskusi seputar format “infusion” kami, jadi kami ingin membagikan ide di baliknya," tulis akun buba_tea_bali, diansir Rabu (7/1/2026).

Lebih lanjut dijelaskan format infusion ini merupakan sebuah metafora dan permainan visual yang terinspirasi dari konsep “recharging” (mengisi ulang), bukan produk medis.

"Kemasan yang kami gunakan bersifat sekali pakai, aman, dan food-grade, diproduksi sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku serta ditujukan khusus untuk minuman," terang akun tersebut.

Menurut akun tersebut, Buba Tea adalah tentang rasa, kenikmatan, dan pengalaman. "Semua minuman kami adalah produk pangan dan hanya diperuntukkan untuk dikonsumsi sebagai minuman," sebut akun menutup penjelasan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kreativitas dalam dunia kuliner tetap memiliki batas. Ketika estetika dan sensasi bersinggungan dengan simbol-simbol medis, kehati-hatian menjadi keharusan. Di tengah budaya viral yang serba cepat, publik kini menunggu satu hal sederhana: penjelasan yang jujur dan meyakinkan dari pihak kedai. (lin)

Editor : Redaksi
#Viral media sosial #kuliner unik #Boba Bali #matcha #Matcha Infus