sumutpos.jawapos.com - Ginger ale atau soda jahe adalah minuman yang biasa saja. Namun, ketika di dalam pesawat, dia jadi liar biasa.
Melansir Travel and Leisure, Kamis (3/9/2026), sains menunjukkan bahwa ginger ale adalah pemenang mutlak untuk dikonsumsi saat di ketinggian 36.000 kaki.
Memang, di darat, ginger ale mungkin terkesan sebagai minuman yang biasa saja, sering kali hanya dicari saat sedang sakit atau sekadar dijadikan campuran koktail.
Namun, begitu berada di dalam kabin pesawat, minuman berkarbonasi ini berubah menjadi opsi yang paling menyegarkan dan menguntungkan.
Baca Juga: Kalangan Ini Harus Kurangi Konsumsi Nasi Putih, Kenapa?
Penelitian ilmiah membuktikan bahwa indra pengecap dan penciuman manusia mengalami penurunan sensitivitas akibat udara kabin yang sangat kering serta tekanan udara yang tinggi.
Nutrisionis Lauren Grosskopf, MS, LDN, menjelaskan bahwa area yang paling terdampak oleh kondisi kabin adalah sensitivitas terhadap rasa manis dan asin.
"Tekanan kabin membuat rasa asin dan manis menjadi lebih hambar. Pada minuman seperti jus tomat atau Bloody Mary, rasa asinnya akan meredup dan menyisakan rasa manis-pedas yang segar," kata Grosskopf.
Sementara pada ginger ale, khususnya jenis dry ginger ale, melemahnya sensasi rasa manis justru membuat profil rasanya menjadi lebih tajam, ekstra kering, bersih, dan sangat menyegarkan di lidah.
Baca Juga: Kolaborasi FK USU dan The Kitakyushu University Pulihkan Kesehatan Anak dan Perkuat Mitigasi Bencana
Selain faktor rasa, ginger ale juga menyimpan manfaat medis dan psikologis bagi para penumpang yang sering merasa cemas saat terbang.
Secara historis, akar jahe telah lama digunakan sebagai ramuan herbal untuk mengatasi mual, gangguan pencernaan, hingga peradangan.
Memesan soda jahe atau ginger ale rupanya juga menjadi bentuk "kebaikan tersembunyi" bagi para kru kabin.
Menuangkan minuman bersoda pekat seperti Diet Coke di atas lapisan es batu pada ketinggian tinggi membutuhkan waktu yang jauh lebih lama karena sifat gelembungnya yang sulit pecah.
Baca Juga: Tren Hidup Sehat Makin Kuat, Industri Alkohol Mulai Kehilangan Peminum Muda
Sebaliknya, ginger ale dapat dituang dengan cepat tanpa menghasilkan busa berlebih, sehingga tidak menghambat jalannya proses pelayanan kereta makanan.
Pada akhirnya, selain didukung oleh alasan ilmiah dan medis, memesan kaleng ginger ale dingin di dalam pesawat memberikan kenyamanan emosional yang sulit dijelaskan. (lin)
Editor : Redaksi