sumutpos.jawapos.com – Pemandangan tak biasa mulai terlihat di rak-rak toko swalayan di Jepang. Kemasan camilan yang selama ini identik dengan warna-warna cerah kini berubah menjadi hitam putih.
Melansir Instagram @lambegosiip, Jumat (15/5/2026), perubahan mencolok itu disebut-sebut dipicu gangguan pasokan tinta warna di pasar global, yang dikaitkan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat sejumlah produsen makanan harus mengambil langkah darurat demi menjaga distribusi produk tetap berjalan.
Salah satu perusahaan yang terdampak adalah Calbee, Inc., produsen camilan ternama yang berbasis di Tokyo. Perusahaan ini mengumumkan akan mengubah desain kemasan untuk 14 produk unggulannya mulai 25 Mei 2026.
Langkah tersebut dilakukan agar proses produksi tidak terganggu meski pasokan tinta warna semakin terbatas.
Baca Juga: Manchester City Juara Piala FA 2025/2026, Dominasi Statistik Kukuhkan Keperkasaan The Citizens
“Langkah ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas pasokan produk,” demikian pernyataan resmi manajemen Calbee.
Meski tampilan kemasan berubah drastis, perusahaan memastikan rasa dan kualitas produk di dalamnya tetap sama.
Salah satu produk yang mengalami perubahan adalah keripik kentang varian usu shio atau rasa garam ringan. Jika sebelumnya kemasan produk ini tampil mencolok dengan warna oranye terang dan maskot kentang khas Calbee, kini konsumen hanya akan melihat desain sederhana dengan tulisan hitam di atas latar putih.
Bagi masyarakat Jepang, perubahan ini cukup mengejutkan. Selama puluhan tahun, desain kemasan berwarna-warni telah menjadi bagian dari identitas produk makanan ringan di negeri tersebut.
Kabar ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet mengaku terkejut, namun sebagian lainnya menilai perubahan tersebut justru unik.
Baca Juga: Piala Dunia Tinggal Menghitung Hari, Iran Masih Dibayangi Ketidakpastian Visa AS
“Awalnya saya kira produk tiruan, ternyata ini versi hemat tinta,” tulis seorang pengguna X.
“Yang penting rasanya tetap sama. Kemasan hitam putih malah terlihat elegan,” komentar netizen lainnya.
“Dunia benar-benar sedang berubah kalau sampai bungkus keripik pun terkena dampaknya,” tulis pengguna lain.
Ada pula yang menyebut desain baru itu mengingatkan pada produk generik atau kemasan era lawas.
“Seperti camilan dari tahun 1980-an. Sederhana, tapi tetap menarik,” ujar salah satu warganet.
Jepang merupakan negara yang sangat bergantung pada impor energi dan bahan baku industri. Ketika rantai pasok global terganggu, sektor manufaktur menjadi salah satu yang pertama merasakan dampaknya.
Baca Juga: Butuh Perhatian, Ibu Stroke Tinggal Sendiri di Gubuk Tak Layak
Kelangkaan tinta warna menunjukkan bagaimana konflik internasional dapat memengaruhi hal-hal yang tampak sederhana, termasuk penampilan kemasan makanan ringan sehari-hari.
Calbee menegaskan akan terus beradaptasi secara fleksibel terhadap dinamika geopolitik global untuk memastikan produk-produknya tetap tersedia di pasaran.
Perubahan warna kemasan ini mungkin hanya sementara, tetapi menjadi gambaran nyata bahwa gejolak dunia dapat menjangkau hingga ke rak-rak supermarket dan memengaruhi kebiasaan konsumsi masyarakat.(lin)
Editor : Redaksi