sumutpos.jawapos.com – Bepergian ke luar negeri masih menjadi pengalaman yang belum dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal itu terungkap dalam survei internasional yang dilakukan oleh organisasi riset global, Pew Research Center, yang melibatkan puluhan ribu responden dari berbagai negara.
Melansir Instagram @cretivox, Selasa (2/6/2026), survei tersebut melibatkan 30.861 responden di 24 negara. Penelitian ini bertujuan mengukur sejauh mana masyarakat merasa terhubung dengan komunitas lokal, negara mereka, maupun dunia secara lebih luas, termasuk melalui pengalaman perjalanan internasional.
Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 92 persen warga Indonesia mengaku belum pernah melakukan perjalanan ke luar negeri. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat pengalaman perjalanan internasional terendah dalam survei tersebut.
Indonesia hanya berada satu tingkat di atas India, yang mencatat persentase tertinggi dengan 95 persen penduduknya belum pernah bepergian ke luar negeri. Temuan ini menggambarkan bahwa kesempatan untuk melakukan perjalanan internasional masih menjadi hal yang relatif terbatas bagi masyarakat di sejumlah negara berkembang.
Sebaliknya, negara-negara maju di Eropa menunjukkan pola yang berbeda. Banyak warga di Swedia, Belanda, dan Inggris mengaku telah mengunjungi lebih dari 10 negara sepanjang hidup mereka. Tingginya mobilitas tersebut didukung oleh faktor geografis, kemudahan akses transportasi, serta tingkat pendapatan yang lebih tinggi.
Di negara-negara maju lainnya, persentase warga yang belum pernah bepergian ke luar negeri juga jauh lebih rendah dibanding Indonesia. Survei mencatat angka tersebut berada pada kisaran 23 persen di Amerika Serikat, 34 persen di Jepang, dan 21 persen di Korea Selatan.
Baca Juga: Dadan Hindayana Dicopot Jadi Kepala BGN, Ini Penggantinya
Pengamat sosial menilai perbedaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tingkat pendapatan, biaya perjalanan, kepemilikan paspor, akses penerbangan internasional, hingga budaya bepergian yang berbeda di setiap negara.
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, perjalanan ke luar negeri masih dianggap sebagai kebutuhan sekunder yang memerlukan biaya besar. Karena itu, banyak orang lebih memilih perjalanan domestik yang dinilai lebih terjangkau dan mudah dijangkau.
Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir minat masyarakat Indonesia untuk berwisata ke luar negeri terus meningkat seiring bertambahnya rute penerbangan internasional, promosi wisata, serta kemudahan pengurusan dokumen perjalanan. Namun, hasil survei ini menunjukkan bahwa kesempatan tersebut masih belum merata dan belum dapat dinikmati oleh sebagian besar penduduk.
Baca Juga: Polda Sumut Razia Helen's Medan
Temuan Pew Research Center tersebut sekaligus menjadi gambaran mengenai kesenjangan akses perjalanan internasional antara negara maju dan negara berkembang, di mana faktor ekonomi dan infrastruktur masih memainkan peran penting dalam menentukan mobilitas masyarakat lintas negara.
Warganet menanggapi hasil survei ini dengan beragam komentar. Sebagian mengaku tidak terkejut karena biaya perjalanan ke luar negeri masih tergolong mahal bagi banyak keluarga Indonesia. Ada pula yang menilai Indonesia memiliki begitu banyak destinasi wisata menarik sehingga tidak semua orang merasa perlu bepergian ke negara lain.
Sebagian netizen lainnya berpendapat bahwa rendahnya angka perjalanan internasional tidak selalu mencerminkan kualitas hidup masyarakat. Menurut mereka, kesempatan menikmati wisata domestik dan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari justru menjadi prioritas utama. Namun ada juga yang berharap akses transportasi yang semakin murah dan mudah dapat membuka peluang lebih besar bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal negara lain di masa depan.(lin)
Editor : Redaksi