sumutpos.jawapos.com - Dunia konservasi Sumatera kembali berduka setelah Gajah Indro, salah satu gajah patroli andalan di Taman Nasional Tesso Nilo, dinyatakan mati pada Kamis (29/6/2026). Gajah Sumatera jantan berusia 45 tahun itu telah lama dikenal sebagai sosok penting dalam upaya mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di kawasan sekitar hutan konservasi di Riau.
Dikutip dari Instagram @pandemictalks, Kamis (2/7/2026), selama lebih dari dua dekade, Indro berperan aktif dalam kegiatan patroli kawasan bersama tim Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Kehadirannya membantu mengurangi potensi konflik yang kerap terjadi antara satwa liar dan masyarakat, sekaligus menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan habitat gajah Sumatera.
Sebelum dinyatakan mati, Indro sempat menjalani penanganan medis intensif akibat komplikasi kesehatan yang dipicu penurunan nafsu makan setelah memasuki fase musth, yakni periode alami pada gajah jantan yang ditandai dengan peningkatan hormon. Kondisinya sempat menurun drastis hingga tim gabungan melakukan pemantauan ketat selama 24 jam, termasuk pemberian infus, suplemen energi, serta berbagai tindakan medis untuk mempertahankan kondisi kesehatannya.
Meski sehari sebelum meninggal sempat menunjukkan tanda perbaikan dengan mulai minum dan mencoba makan kembali, kondisi Indro kembali menurun hingga akhirnya tidak tertolong pada dini hari.
Kepergian Indro menjadi kehilangan besar bagi dunia konservasi di Riau. Selain dikenal jinak, ia juga memiliki peran strategis dalam patroli kawasan hutan dan upaya pencegahan konflik satwa liar dengan manusia. Kisahnya kembali mengingatkan bahwa satwa konservasi yang telah mengabdi lama tetap membutuhkan perhatian dan perlindungan berkelanjutan hingga akhir hayatnya.
Unggahan kabar duka ini pun dibanjiri respons emosional dari warganet. Banyak yang menyampaikan rasa kehilangan mendalam, menyebut Indro sebagai “pahlawan penjaga hutan” yang jasanya tidak tergantikan.
“Terima kasih sudah menjaga manusia dan alam selama ini, selamat jalan Indro,” tulis salah satu komentar. Warganet lain menyampaikan, “Sedih sekali, kamu sudah jadi bagian penting dari Tesso Nilo. Istirahat tenang.” Ada juga yang menuliskan, “Perjuanganmu tidak akan dilupakan, kamu adalah simbol konservasi yang nyata,” sementara komentar lain menyebut, “Semoga semakin banyak perhatian untuk gajah dan habitatnya setelah ini.”(lin)
Editor : Redaksi