Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Konser Hardcore Punk di Bandung Terapkan Tiket Beras, Penonton Bayar dengan Kepedulian Sosial

Redaksi • Rabu, 8 Juli 2026 | 22:01 WIB
Konsep “tiket beras” di Bandung viral. (Instagram @pandemictalks)
Konsep “tiket beras” di Bandung viral. (Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Sebuah konser hardcore punk yang digelar kolektif Unacceptable Punk di Bandung mencuri perhatian publik. Bukan karena panggung megah atau harga tiket yang mahal, melainkan karena konsep tiket yang terbilang tidak biasa.

Melansir Instagram @pandemictalks, Selasa (7/7/2026), dalam konser yang berlangsung di basement parkiran Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Bandung, penonton tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli tiket. Sebagai gantinya, mereka cukup membawa beras agar bisa menikmati pertunjukan musik hardcore punk.

Konsep “tiket beras” ini dibuat untuk menghadirkan suasana konser yang lebih inklusif dan membangun hubungan yang tidak semata-mata berbasis transaksi. Melalui unggahan kolaborasi akun Instagram @unacceptable_punk dan BandungBergerak.id, penyelenggara menjelaskan bahwa konsep tersebut bertujuan menciptakan ruang yang lebih setara antara musisi dan penonton.

Baca Juga: Rockstar Hotel Pekayon Resmi Dikembangkan : All Star Brand, Jakarta Living Star dan Omega Hotel Management Jalin Kerjasama

Penyelenggara ingin konser menjadi ruang pertemuan dan solidaritas, bukan hanya aktivitas membeli tiket lalu menonton pertunjukan. Dari aksi tersebut, panitia berhasil mengumpulkan dua karung beras yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Konsep unik ini pun mendapat beragam respons dari warganet. Banyak yang mengapresiasi langkah tersebut karena dianggap sejalan dengan semangat kolektif yang selama ini melekat dalam kultur musik punk.

“Ini baru namanya konser punya nilai, bukan cuma hiburan tapi juga ada kepedulian,” tulis salah satu komentar netizen.

Baca Juga: Dilaporkan ke Ombudsman, Pemkab Deliserdang Tunggu Surat Resmi Terkait Dugaan Maladministrasi Penggunaan APBD

Komentar lain menyebut ide tersebut sebagai bentuk nyata bahwa musik dapat menjadi medium untuk berbagi. “Punk dari dulu identik dengan solidaritas. Keren kalau diwujudkan seperti ini,” ujar warganet lainnya.

Meski demikian, ada pula netizen yang mengaku baru mengetahui konsep tiket beras dalam sebuah konser. Mereka menilai kreativitas seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi acara musik lain agar memiliki dampak sosial lebih luas.

Bagi skena musik independen, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari semangat kolektif yang tidak hanya berbicara soal musik, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga: JPU Sebut Eksepsi Terdakwa Korupsi Waterfront City Samosir Sudah Masuk Pokok Perkara

Konser hardcore punk di basement parkiran tersebut akhirnya tidak sekadar menjadi ruang bagi musisi dan penonton untuk menikmati musik keras, tetapi juga menjadi tempat berbagi melalui aksi sederhana. Dua karung beras yang terkumpul menjadi bukti bahwa sebuah pertunjukan musik dapat membawa pesan sosial yang lebih besar.(lin)

Editor : Redaksi
#Konser Punk #Hardcore Punk #Unacceptable Punk #Musik Independen #bandung