Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

FoodNeverComes, Aplikasi Korea yang Bikin Pengguna “Pesan Makanan” Tanpa Pernah Mendapat Kiriman

Redaksi • Jumat, 17 Juli 2026 | 05:30 WIB
Sebuah aplikasi asal Korea Selatan bernama FoodNeverComes viral di media sosial. (Instagram @pandemictalks)
Sebuah aplikasi asal Korea Selatan bernama FoodNeverComes viral di media sosial. (Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Sebuah aplikasi asal Korea Selatan bernama FoodNeverComes tengah menjadi perbincangan karena menghadirkan konsep yang tidak biasa. Berbeda dari layanan pesan-antar makanan pada umumnya, aplikasi ini justru menawarkan pengalaman memesan makanan yang sejak awal tidak akan pernah sampai ke tangan pengguna.

Melansir Instagram @pandemictalks, Kamis (16/7/2026), sekilas, tampilan FoodNeverComes terlihat seperti aplikasi food delivery biasa. Pengguna dapat memilih restoran, menentukan menu, mengatur pesanan, memasukkan alamat pengiriman, hingga melihat pergerakan kurir melalui peta digital. Namun, seluruh proses tersebut hanyalah simulasi dan akan berhenti sebelum transaksi nyata terjadi.

Aplikasi ini menjadi bagian dari tren baru di Korea Selatan yang dikenal dengan istilah “dopamine sites”, yakni platform digital yang dirancang untuk memberikan rasa senang atau kepuasan sesaat tanpa harus melakukan aktivitas sebenarnya, termasuk mengeluarkan uang.

Baca Juga: Performa PSMS Meningkat, Lumat Muspika FC 10-1

Pengembang aplikasi tersebut, yang dikenal dengan nama Malhee, mengungkapkan bahwa ide FoodNeverComes berawal dari kebiasaan pribadinya membuka aplikasi pesan makanan berulang kali meski tidak memiliki niat untuk membeli.

“Awalnya saya membuatnya hanya sebagai lelucon. Namun ternyata, keinginan untuk ‘memesan sesuatu’ bisa terpuaskan tanpa benar-benar melakukan pemesanan,” ujar Malhee.

Menurutnya, banyak orang saat ini membuka aplikasi pesan-antar makanan bukan selalu karena merasa lapar, melainkan karena sudah menjadi kebiasaan. Dorongan untuk melihat menu, memilih makanan, hingga membayangkan makanan yang akan datang terkadang menjadi aktivitas hiburan tersendiri.

Baca Juga: Laporan Dugaan Korupsi PSR Labura Dilimpahkan ke Korps Pemberantasan Korupsi Polri, Pelapor Desak Pengusutan Tuntas

FoodNeverComes kemudian dibuat sebagai alternatif bagi orang yang ingin mengurangi kebiasaan tersebut, terutama bagi mereka yang sedang menjalani diet, mencoba menghemat pengeluaran, atau ingin menghindari pembelian makanan secara impulsif.

“Aplikasi ini dibuat untuk memutus kebiasaan itu, setidaknya sekali,” kata Malhee.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi mulai digunakan bukan hanya untuk mempermudah aktivitas manusia, tetapi juga untuk memahami pola perilaku digital. Di tengah meningkatnya kebiasaan belanja online, sebagian orang ternyata mencari cara untuk mendapatkan sensasi berbelanja tanpa konsekuensi finansial.

Meski menarik perhatian, kehadiran FoodNeverComes juga menuai beragam reaksi dari pengguna internet. Sebagian menilai konsep tersebut kreatif dan bisa membantu mengendalikan kebiasaan konsumtif. Bahkan, beberapa komunitas yang berusaha mengatasi kecanduan belanja menganggap aplikasi ini sebagai bentuk latihan menahan keinginan membeli.

Baca Juga: Hadapi Ketidakpastian Ekonomi, SimpliDOTS dan Accurate Ajak Pengusaha Medan Perkuat Profitabilitas Lewat Digitalisasi

Namun, tidak sedikit pula yang merasa pengalaman tersebut justru memberikan sensasi yang kurang menyenangkan. Bagi sebagian pengguna, mengetahui bahwa makanan tidak akan pernah datang membuat pengalaman tersebut terasa sia-sia.

“Cara ini tidak akan berhasil bagi saya. Saya justru akan kesal karena tahu tidak ada makanan yang benar-benar datang,” tulis salah satu pengguna Reddit.

Terlepas dari pro dan kontra, FoodNeverComes menjadi contoh menarik bagaimana kebiasaan manusia di era digital mulai berubah. Ketika aktivitas membeli sesuatu sering kali dikaitkan dengan rasa puas dan hiburan, aplikasi ini mencoba menawarkan pertanyaan baru: apakah seseorang benar-benar membutuhkan barang yang ingin dibeli, atau hanya menikmati sensasi saat memilih dan memesan?(lin)

Editor : Redaksi
Food Never Comes Aplikasi Korea Tren Digital Belanja Impulsif teknologi digital