sumutpos.jawapos.com – Usianya baru sembilan tahun, tetapi kepeduliannya terhadap bumi sudah melampaui batas negara. Muhammad Rafardhan Atharizz atau yang akrab disapa Athar, bocah asal Indonesia, membawa suara generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan dalam ajang 51Talk Global Youth Summit 2026 di Beijing, China.
Melansir Instagram @cretivox, Senin (31/8/2026), dalam forum internasional yang mempertemukan anak-anak dari berbagai negara itu, Athar tampil dalam sesi bertajuk “Global Voice, Multiple Prides”. Ia menyampaikan gagasan bertema “My Hometown, Our Planet”, sebuah pesan sederhana namun kuat tentang hubungan antara lingkungan tempat tinggal dan keberlangsungan bumi.
Di hadapan peserta dari berbagai belahan dunia, Athar mengangkat persoalan sampah plastik yang masih menjadi ancaman besar bagi ekosistem laut. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap banyaknya limbah plastik yang mencemari lautan dan membahayakan kehidupan berbagai satwa laut.
Baca Juga: Jangan Sampai Lupa, Segera Ganti Sikat Gigi jika Sudah dalam Kondisi Ini
Menurut Athar, menjaga bumi tidak harus selalu dimulai dengan langkah besar. Perubahan dapat dilakukan melalui kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tanggung jawab orang dewasa, tetapi juga dapat dimulai dari anak-anak.
Kehadiran Athar di panggung global menunjukkan bahwa suara generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran dunia terhadap isu lingkungan. Dengan keberanian berbicara di forum internasional, ia membawa harapan bahwa perubahan untuk bumi dapat dimulai dari langkah kecil di tingkat lokal.
Baca Juga: Senormal Apakah Frekuensi BAK atau BAB dalam Sehari? Ini Ukurannya
Aksi Athar mendapat perhatian warganet. Sejumlah pengguna media sosial mengapresiasi keberanian bocah sembilan tahun tersebut yang mampu menyuarakan isu lingkungan di tingkat dunia. Banyak yang menilai pesan Athar menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap bumi dapat tumbuh sejak usia dini.
Bagi Athar, menjaga planet bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata yang bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Dari sebuah pesan sederhana tentang kampung halaman, ia membawa suara tentang masa depan bumi kepada dunia.(lin)
Editor : Redaksi