sumutpos.jawapos.com - Instagram mulai menguji format video baru bernama Features yang memungkinkan kreator mengunggah video horizontal berdurasi hingga 90 menit. Langkah ini menjadi upaya platform milik Meta tersebut untuk memperluas pilihan konten, sekaligus menarik kreator yang selama ini mengandalkan video berdurasi panjang.
Melansir Instagram @cretivox, Rabu (28/10/2026), pengumuman fitur tersebut disampaikan Kepala Instagram Adam Mosseri bersama Wakil Presiden Produk Tessa Lyons pada Senin (26/10/2026). Uji coba awal dilakukan terhadap sejumlah kreator terpilih di Brasil dan kelompok kecil kreator di Amerika Serikat (AS).
Instagram berencana memperluas pengujian tersebut kepada puluhan ribu kreator di AS. Format Features secara khusus menyasar kreator yang memproduksi podcast, komedi, serta berbagai konten berdurasi panjang yang membutuhkan ruang lebih luas untuk menyampaikan cerita.
Baca Juga: Menghela Napas Panjang Saat Stres, Ternyata Tubuh Punya Cara untuk Menenangkan Diri
Berbeda dari format video pendek yang selama ini mendominasi Reels, Features memungkinkan kreator menyajikan konten dengan durasi jauh lebih panjang. Video tersebut juga dapat muncul di feed utama dan halaman Explore sehingga berpeluang menjangkau lebih banyak pengguna.
Salah satu potensi utama fitur ini adalah integrasi antara video pendek dan konten berdurasi panjang. Melalui Reels, kreator dapat mengarahkan penonton langsung ke episode lengkap yang tersedia di Instagram.
Dengan mekanisme tersebut, pengguna bisa menemukan potongan menarik dari sebuah podcast atau tayangan, kemudian melanjutkan menonton versi utuhnya tanpa harus meninggalkan aplikasi.
Strategi ini membuka peluang bagi podcaster dan kreator video untuk membangun jangkauan audiens melalui konten pendek, sekaligus mempertahankan penonton melalui tayangan berdurasi panjang.
Baca Juga: Dua Aliran Sungai di Binjai Meluap, 706 KK Terdampak
Perubahan tersebut juga menandai pergeseran pendekatan Instagram terhadap konsumsi video. Sebelumnya, Mosseri cenderung menolak pengembangan video berdurasi panjang karena khawatir format tersebut mengurangi interaksi sosial dan kebiasaan pengguna berbagi konten dengan teman.
Namun, pendekatan itu kini mulai berubah. Instagram menilai video pendek dan panjang tidak harus saling bersaing, melainkan dapat saling melengkapi dalam menarik perhatian sekaligus mempertahankan keterlibatan pengguna.
Video pendek dapat berfungsi sebagai sarana penemuan konten, sedangkan tayangan panjang memberikan kesempatan kepada kreator untuk membangun hubungan lebih mendalam dengan audiens.
Pengujian Features berlangsung di tengah persaingan platform digital untuk merebut perhatian penonton dan kreator. YouTube, misalnya, telah lama menjadi salah satu pilihan utama bagi podcaster dan pembuat video berdurasi panjang.
Baca Juga: Polres Tebingtinggi Amankan Dua Pria, 23 Bungkus Cartridge Vape Getar Disita
Instagram juga memperluas distribusi konten videonya melalui kehadiran aplikasi Instagram TV di perangkat Apple TV di AS. Langkah ini memperlihatkan upaya perusahaan membawa pengalaman menonton dari layar ponsel ke televisi.
Meski demikian, Instagram masih menghadapi tantangan dalam membangun ekosistem video panjang yang menarik bagi kreator. Salah satunya berkaitan dengan monetisasi.
Hingga tahap pengujian ini, belum tersedia skema bagi hasil pendapatan iklan untuk format tersebut seperti yang ditawarkan YouTube melalui program monetisasinya.
Kondisi itu menjadi faktor penting bagi kreator yang mempertimbangkan platform untuk mengembangkan konten berdurasi panjang secara berkelanjutan.
Baca Juga: Pemko Medan Tata 12 Pedagang Jalan Pagaruyung, Disiapkan Bernuansa Tematik
Bagi Instagram, keberhasilan Features tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghadirkan video berdurasi hingga 90 menit. Platform ini juga perlu membuktikan bahwa format baru tersebut mampu meningkatkan keterlibatan pengguna, memperluas jangkauan kreator, dan menghadirkan peluang pendapatan yang kompetitif.
Jika pengujian berjalan sesuai harapan, Features berpotensi mengubah cara kreator memanfaatkan Instagram, dari yang semula berfokus pada video pendek menjadi platform yang mengakomodasi beragam format konten.(lin)
Editor : Redaksi