Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Islamic Cruise 2026: Menjemput Umrah Lewat Samudra, Saat Ibadah Berpadu dengan Wisata Islami Dunia

Redaksi • Kamis, 8 Januari 2026 | 20:41 WIB
Kapal pesiar islamic cruise (Instagram @islamiccruise
Kapal pesiar islamic cruise (Instagram @islamiccruise

Sumutpos.jawapos.com - Di tengah birunya samudra dan semilir angin laut, sebuah konsep perjalanan spiritual baru siap mengubah cara umat Muslim menunaikan ibadah umrah.

Islamic Cruise 2026, program umrah perdana berbasis kapal pesiar mewah halal dari Malaysia, hadir menawarkan pengalaman ibadah yang tak hanya khusyuk, tetapi juga berkelas dan penuh makna.

Berangkat dari Port Klang, Selangor, kapal pesiar bertema Islami ini akan membawa ribuan jamaah menyusuri rute istimewa: Banda Aceh, Maladewa, Oman, hingga akhirnya berlabuh di Jeddah, Arab Saudi, pintu gerbang menuju Tanah Suci. Melansir Instagram @catkingid, Kamis (8/1/2026), perjalanan dijadwalkan mulai Januari hingga Februari 2026, dengan durasi 14 hari 13 malam.

Namun Islamic Cruise bukan sekadar moda transportasi menuju umrah. Di atas kapal, jamaah akan menikmati fasilitas kapal pesiar modern yang sepenuhnya ramah Muslim, mulai dari makanan halal, area ibadah luas, hingga agenda spiritual terkurasi. Setiap hari diisi kajian keislaman, sesi zikir, bimbingan rohani, serta persiapan umrah yang dilakukan secara bertahap dan tenang.

Singgah di Serambi Mekkah

Salah satu titik singgah paling dinanti adalah Banda Aceh. Melansir disbudpar.acehprov.go.id, Kamis (8/1/2026), kapal pesiar Islamic Cruise dijadwalkan bersandar di Banda Aceh pada 20 Januari dan 5 Februari 2026, membawa sekitar 3.000 wisatawan Muslim dari berbagai negara.

Bagi Aceh, kedatangan ribuan tamu internasional ini bukan sekadar agenda pariwisata. Lebih dari itu, ia menjadi panggung global untuk menunjukkan wajah Aceh sebagai destinasi Islami yang ramah, kreatif, dan penuh energi, terutama bagi generasi mudanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, menegaskan pentingnya kesiapan lintas sektor dalam menyambut tamu berskala internasional tersebut.

“Jumlah tamu mencapai 3.000 orang. Setiap bidang harus bekerja maksimal agar Aceh tampil sebagai tuan rumah yang berkelas dunia,” ujarnya.

Selama sekitar 10 jam berada di Banda Aceh, wisatawan akan disuguhi sambutan budaya Islami seperti rapai, seudati, dan tari persembahan khas Aceh di pelabuhan. Mereka juga dijadwalkan mengunjungi ikon-ikon wisata religi dan sejarah, mulai dari Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami Aceh, Kompleks Gunongan, hingga Pinto Khop.

Tak hanya berdampak pada citra daerah, kehadiran Islamic Cruise juga diharapkan menggerakkan roda ekonomi lokal. Pelaku UMKM, agen perjalanan, hingga komunitas kreatif akan dilibatkan dalam rangkaian penyambutan.

“Ini bukan hanya soal pariwisata, tapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat Aceh,” tambah Dedy.

Islamic Cruise 2026 menyasar pasar Muslim Asia, termasuk Indonesia. Untuk jamaah asal Indonesia, paket perjalanan ditawarkan mulai sekitar Rp59 juta per orang. Pendaftaran dilakukan melalui agen perjalanan resmi yang bekerja sama dengan program ini, salah satunya ESQ Tours di Indonesia.

Dengan dua jadwal utama, 17–30 Januari 2026 dan 1–14 Februari 2026, Islami Cruise menjadi alternatif umrah yang mengedepankan kenyamanan, refleksi spiritual, dan pengalaman lintas budaya. (lin)

Editor : Redaksi
#Umrah Lewat Laut #Samudra #Wisata Islami #Islamic Cruise 2026 #pariwisata islami