Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Siap Hadapi Tekanan Baru

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
The Fed menaikkan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75–4,00 persen. (idxchanel)
The Fed menaikkan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75–4,00 persen. (idxchanel)

Advertisement

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Rupiah menghadapi tantangan baru dari arah global. Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga acuan dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC), kemarin (16/9).

The Fed menaikkan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75–4,00 persen. Langkah tersebut berpotensi memperketat kondisi keuangan global sekaligus meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Advertisement

Suku bunga AS yang lebih tinggi dapat mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan memperkuat daya tarik aset berbasis dolar. Kondisi tersebut berpotensi memicu pergeseran arus modal dari pasar negara berkembang.

Ekonom Senior INDEF sekaligus Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini menilai kenaikan suku bunga The Fed berpotensi memberikan tekanan terhadap rupiah.

“Pertama sudah biasa terjadi seperti ini akan menekan rupiah. Kedua harus dipantau prospek kebijakan selanjutnya jika akan terus maka bisa pelarian modal keluar,” ujarnya.

The Fed sendiri masih melihat inflasi sebagai persoalan utama. Bank sentral AS menyatakan inflasi masih berada pada level tinggi sehingga kebijakan moneter ketat diperlukan untuk membawa inflasi kembali menuju target 2 persen secara berkelanjutan.

Namun, apakah kenaikan 25 bps tersebut menjadi langkah terakhir pada 2026 masih menjadi pertanyaan.

Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz mengatakan pihaknya masih mempertahankan proyeksi bahwa kenaikan 25 bps pada September akan menjadi kenaikan suku bunga The Fed satu-satunya sepanjang tahun ini.

Meski demikian, ambang untuk kembali menaikkan suku bunga kini dinilai lebih rendah. Sikap The Fed juga disebut semakin hawkish, tercermin dari dot plot dan komunikasi para pembuat kebijakan.

Advertisement

Artikel Terkait

The Fed Bersiap Naikkan Suku Bunga? Inflasi AS Bikin Peluang Tembus 85 Persen

The Fed Bersiap Naikkan Suku Bunga? Inflasi AS Bikin Peluang Tembus 85 Persen

Inflasi AS Agustus 2026 di atas perkiraan. Peluang The Fed menaikkan suku bunga 25 bps kini mencapai 85 persen.

Rupiah Kembali Tertekan! 2 Sentimen Ini Bisa Bikin Dolar Tembus Rp17.590

Rupiah Kembali Tertekan! 2 Sentimen Ini Bisa Bikin Dolar Tembus Rp17.590

Rupiah diprediksi melemah ke Rp17.590 per dolar AS, dipengaruhi sentimen The Fed dan kenaikan harga minyak dunia.

Kebijakan Moneter AS Kian Longgar, Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat

Kebijakan Moneter AS Kian Longgar, Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat

Harga emas dunia diprediksi terus menguat didorong peluang penurunan suku bunga The Fed, pelemahan dolar AS, dan tingginya permintaan aset s

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer