AS Simpan Senjata di Orbit Bumi, Rusia dan Tiongkok Siapkan Serangan

WASHINGTON, Sumutpos.jawapos.com- Persaingan militer di luar angkasa memasuki babak baru. Amerika Serikat (AS) secara terbuka mengonfirmasi keberadaan senjata yang ditempatkan di orbit Bumi, di tengah meningkatnya kemampuan Rusia dan Tiongkok dalam mengembangkan teknologi untuk mengganggu hingga melumpuhkan aset antariksa lawan.
Pengakuan tersebut disampaikan Menteri Angkatan Udara AS Troy Meink dalam konferensi Air, Space and Cyber di Maryland. Ia mengonfirmasi keberadaan “on-orbit space control weapons”, sistem persenjataan yang dirancang untuk menjalankan misi ofensif maupun defensif.
Senjata tersebut disebut disiapkan untuk melindungi infrastruktur strategis AS, mulai dari komunikasi, navigasi hingga sistem pengawasan, dari berbagai ancaman di ruang angkasa.
Eskalasi Militer di Orbit Bumi
Meink menjelaskan, sistem yang dikembangkan mencakup kemampuan kinetik dan nonkinetik. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memengaruhi kemampuan lawan melalui gangguan, degradasi sistem, hingga penghancuran fisik apabila diperlukan.
Langkah itu menandai semakin terbukanya ruang angkasa sebagai bagian dari strategi pertahanan AS. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan arah pemerintahan Presiden Donald Trump yang mendorong peran Space Force sebagai kekuatan tempur yang mampu beroperasi di domain antariksa.
Baca Juga: Wakil Bupati Batu Bara Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD 2026, Program Berpihak ke Masyarakat J
Dengan keberadaan sistem persenjataan di orbit, persaingan militer tidak lagi hanya berlangsung di darat, laut, udara, atau dunia siber. Orbit Bumi kini menjadi ruang strategis yang semakin diperhitungkan dalam kalkulasi pertahanan negara-negara besar.
Rusia dan Tiongkok Kembangkan Teknologi Tandingan
Perkembangan kemampuan AS tersebut berhadapan dengan peningkatan teknologi counterspace yang dikembangkan Tiongkok dan Rusia.
Tiongkok menjadikan kemampuan antariksa tandingan sebagai salah satu bagian dari modernisasi militernya. Beijing juga mengecam langkah Washington dan mendesak penghentian ekspansi kemampuan militer yang dinilai dapat mendorong perlombaan senjata di luar angkasa.
Sementara itu, Rusia terus memperkuat doktrin yang menempatkan ruang angkasa sebagai salah satu domain penting dalam peperangan modern.
Intelijen AS menyebut Moskow telah mengembangkan dan meluncurkan satelit yang memiliki kemampuan mendekati atau menyerang satelit lain. Rusia juga disebut mengerahkan wahana antariksa yang dapat mengganggu jalur komunikasi sejumlah satelit Eropa.



