Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Paus Fransiskus Tinggalkan Rumah Sakit, Lanjutkan Pemulihan di Vatikan

Juli Rambe • Senin, 24 Maret 2025 | 11:00 WIB
Paus Fransiskus (foto:BBC NEWS).
Paus Fransiskus (foto:BBC NEWS).

 

SUMUTPOS.CO– Paus Fransiskus akhirnya meninggalkan Rumah Sakit Gemelli, Roma, pada Minggu (23/3/2025).

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik berusia 88 tahun itu akan melanjutkan pemulihannya di kediamannya di Vatikan, setelah menjalani perawatan lebih dari lima pekan akibat pneumonia bilateral. 

Vatikan dianggap sebagai tempat terbaik untuk mempercepat proses penyembuhan.

Dalam momen yang dinantikan banyak umat Katolik, Paus Fransiskus muncul di balkon lantai lima rumah sakit sebelum meninggalkan Gemelli. Menggunakan kursi roda, ia melambaikan tangan kepada para umat yang telah menunggu di luar gedung.

Sorakan bahagia “Viva il papa!” serta “Papa Francesco!” terdengar menyambutnya. Paus bahkan sempat berinteraksi singkat, menunjukkan perhatiannya dengan mengatakan, “Saya melihat seorang perempuan dengan bunga kuning. Brava,” seperti dilansir dari NCRonline.org, Minggu (23/3/2025).

Sebelumnya, Vatikan merilis foto pertama Paus pada 16 Maret 2025, yang menunjukkan dirinya sedang berdoa di kapel rumah sakit. Foto tersebut menjadi simbol harapan setelah masa perawatan yang cukup panjang.

Paus Fransiskus dilarikan ke Rumah Sakit Gemelli pada 14 Februari 2025 setelah mengalami kesulitan bernapas. 

Menurut laporan Reuters, Minggu (23/3/2025), kondisi kesehatannya sempat mengkhawatirkan akibat infeksi polimikroba dan pneumonia bilateral yang menyerang kedua paru-parunya.

Dalam beberapa pekan pertama, ia harus menggunakan alat bantu pernapasan, termasuk tabung oksigen dan masker. Bahkan, dokter mengungkapkan bahwa Paus mengalami “momen kritis” yang mengancam nyawanya.

Namun, berkat perawatan intensif, kondisi Paus perlahan membaik. Pada 6 Maret 2025, sebuah rekaman audio dirilis, di mana ia berbicara dengan suara lemah untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada umat yang mendoakannya.

Menurut dokter pribadinya, Dr. Sergio Alfieri, “Paus sangat senang mendengar bahwa kondisinya telah cukup membaik sehingga ia bisa kembali ke Vatikan,” seperti dikutip Reuters, Minggu (23/3/2025).

Sebelum kembali ke Vatikan, ia terlebih dahulu mengunjungi Basilika Santa Maria Maggiore untuk berdoa, sebagaimana tradisi yang selalu ia lakukan setelah melewati momen penting dalam hidupnya.

Setibanya di Vatikan, ia akan menjalani masa pemulihan di Domus Sanctae Marthae, kediamannya sejak terpilih sebagai Paus pada 2013. Para dokter menyatakan bahwa meskipun pneumonia bilateralnya telah berhasil diatasi, pemulihan total masih membutuhkan waktu.

“Ketika seseorang mengalami pneumonia bilateral, paru-parunya mengalami kerusakan, dan otot pernapasan menjadi lemah. Dibutuhkan waktu agar suara kembali normal,” jelas Alfieri, seperti dikutip Reuters, Minggu (23/3/2025). Oleh karena itu, Paus dianjurkan untuk beristirahat selama dua bulan ke depan sebelum kembali menjalankan tugas-tugas kepausan secara penuh.

Lebih lanjut, Alfieri menegaskan bahwa “Perkembangan lebih lanjut akan berlangsung di rumahnya, karena rumah sakit—meskipun ini terdengar aneh—adalah tempat terburuk untuk pemulihan karena risiko infeksi yang lebih tinggi.”

Selama masa perawatan, gelombang doa dan dukungan mengalir dari seluruh dunia. Umat Katolik, pemimpin agama, serta tokoh masyarakat menyampaikan harapan terbaik untuk kesembuhan Paus. Banyak umat yang berkumpul di depan Rumah Sakit Gemelli, meninggalkan bunga, lilin, dan pesan-pesan doa untuk pemulihannya.

Meski masih dalam pemulihan, semangat dan dedikasi Paus Fransiskus terhadap Gereja tetap kuat. Umat Katolik di seluruh dunia diharapkan terus mendoakan kesehatannya agar ia dapat segera kembali memimpin dengan penuh semangat. (jpc/ram)

Editor : Juli Rambe