Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Sejarah Kelam Keluarga Kerajaan Inggris akankah Terulang ke Meghan Markle?

Juli Rambe • Jumat, 1 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Pangeran Harry dan Meghan Markle. (Dok: Cosmopolitan)
Pangeran Harry dan Meghan Markle. (Dok: Cosmopolitan)

 

SUMUTPOS.CO- Hubungan Pangeran Harry dan Raja Charles III dikabarkan mulai mencair. Bahkan keduanya sudah bertemu untuk membicaraman rekonsiliasi.

Ternyata, kabar bahagia itu tidak disambut antusias oleh Meghan Markle yang merupakan isteri dari Pangeran Harry. Meghan takut upaya rekonsiliasi tersebut menjadi langkah tersembunyi istana untuk menekan Harry agar bercerai dan kembali ke lingkaran kerajaan tanpa dirinya.

Dilansir dari Marca, Jumat (1/8/2025), menurut laporan dari sejumlah sumber dekat, Meghan Markle khawatir bahwa Raja Charles III tengah mengupayakan pendekatan yang bisa memicu perpecahan rumah tangganya dengan Pangeran Harry. Dugaan ini mencuat setelah adanya pertemuan rahasia antara pejabat komunikasi kerajaan dan penasihat senior Pangeran Harry di London pada 12 Juli 2025. 

Di mana pertemuan tersebut digelar tanpa keterlibatan Meghan. Pertemuan itu dianggap sebagai sinyal kuat bahwa hubungan pangeran 40 tahun tersebut dengan istana mulai membaik. Sekaligus membuka peluang “pengasingan halus” terhadap Meghan.

Kepada media, seorang narasumber menyebutkan bahwa bintang Suits tersebut merasa tak lagi menjadi bagian dari lingkaran pengambilan keputusan seperti dulu. Hal ini lantaran sang suami mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkannya.

“Harry kini bertindak lebih mandiri. Meghan merasa tak lagi dikonsultasikan, dan ini membuatnya merasa semakin tersingkir,” kata sumber tersebut. 

Kondisi ini membangkitkan trauma lama Meghan terhadap perlakuan istana, serta kekhawatiran bahwa sejarah pahit masa lalu keluarga kerajaan bisa terulang. 

Salah satu yang paling membekas adalah bagaimana mendiang Ratu Elizabeth II dulu secara resmi menyarankan perceraian antara Charles dan mendiang Putri Diana pada 1995.

Kekhawatiran utama Meghan Markle ini adalah bahwa rekonsiliasi antara Harry dan keluarganya bukan hanya untuk memperbaiki hubungan darah.

Tetapi bisa juga menjadi bagian dari strategi yang lebih besar untuk memisahkan mereka. Meghan disebut telah memperingatkan suaminya agar berhati-hati dan tidak menyetujui kesepakatan apa pun yang dapat mengorbankan posisinya sebagai istri.

Meski demikian, putra bungsu Charles dan Diana ini disebut tetap membuka pintu untuk berdamai. Dalam wawancaranya beberapa waktu lalu, ia mengakui kerinduannya terhadap ayah dan kakaknya, Pangeran William. 

“Aku berharap hubungan kami bisa membaik. Seharusnya tidak seperti ini,” tuturnya.

Namun langkah Harry untuk berdamai tanpa keterlibatan Meghan justru menimbulkan dugaan bahwa dia sedang dijauhkan dari kehidupan istana secara perlahan. Beberapa pengamat bahkan menyebutnya sebagai “pengembalian bertahap” Harry ke dalam lingkaran kerajaan, di mana Meghan bukan lagi bagian penting. (bbs/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#kerajaan inggris #pangeran harry #meghan markle