SUMUT POS- Kondisi kota pusat perekonomian Israel, yaitu Tel Aviv mencekam, setelah Iran memborbardir berbagai infrastruktur di kota tersebut.
Sirene terus berbunyi yang membuat masyarakat semakin ketakutan dengan kondisi saat ini.
Dan pertanyaan yang saat ini muncul adalah, di manakah keberadaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Di media sosial dan berbagai forum diskusi internasional, muncul berbagai spekulasi mengenai lokasi Netanyahu saat serangan rudal terjadi. Beberapa rumor yang beredar menyebutkan bahwa Netanyahu tidak berada di Israel dan disebut-sebut berada di luar negeri, bahkan ada yang mengklaim ia berada di Jerman.
Namun hingga kini tidak ada konfirmasi resmi yang membuktikan Netanyahu benar-benar bersembunyi di luar negeri. Pemerintah Israel tidak mengeluarkan pernyataan yang membenarkan rumor tersebut.
Sejumlah analis menilai kabar tersebut kemungkinan besar merupakan bagian dari perang informasi yang kerap muncul di tengah konflik besar. Dalam situasi perang, berbagai narasi sering beredar untuk memengaruhi opini publik.
Sumber resmi pemerintah Israel menyatakan Netanyahu tetap memimpin koordinasi keamanan nasional bersama pejabat militer dan intelijen. Tekanan Politik di Dalam Negeri Meski demikian, posisi Netanyahu tidak sepenuhnya aman dari tekanan politik domestik.
Sebagian kalangan oposisi di Israel menilai bahwa eskalasi konflik dengan Iran berpotensi membawa negara itu ke dalam perang regional yang jauh lebih besar.
Para pengkritik pemerintah menyebut strategi militer Israel selama ini berisiko memicu respons keras dari Iran dan sekutunya di kawasan. Di sisi lain, para pendukung Netanyahu berpendapat pemerintah tidak memiliki pilihan selain merespons ancaman yang dianggap mengancam keamanan nasional Israel.
Bagi warga Tel Aviv, serangan rudal tersebut meninggalkan trauma mendalam. Kota yang biasanya dikenal sebagai pusat kehidupan modern Israel kini berubah menjadi kota yang dipenuhi sirene peringatan dan bunker perlindungan. Gedung-gedung rusak, kendaraan terbakar, dan tim penyelamat terus bekerja di tengah reruntuhan untuk mencari korban.
Warga yang selamat dari serangan menggambarkan malam itu sebagai salah satu momen paling menegangkan dalam hidup mereka.
Sebagian warga bahkan memilih meninggalkan kota untuk sementara waktu demi mencari tempat yang lebih aman. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe