SUMUT POS - Khasanahnya timun bengkok itu fungsinya hanya sekedar memenuhi karung.
Tragisnya coba bayangkan jika sebagian besar timun yang hendak dipanen kondisinya semuanya bengkok, tentu saja ini benar-benar bikin patah hati.
Meskipun dalam hal rasa, antara timun lurus dan bengkok tidak lah jauh beda, tapi dari segi estetika sangat mempengaruhi nilai jual.
Demi menghasilkan panen timun yang diharapkan maka sejak awal petani harus mengantisipasi tumbuhnya timun bengkok.
Sama seperti tanaman lainnya budidaya mentimun sangat mudah dilakukan jika mengetahui cara hal apa saja yang dibutuhkan timun agar buahnya lebat dan panjang.
Dengan berbekal benih yang baik, media tanam dan pemupukan yang tepat, pengairan yang cukup, sinar matahari dan ruang tumbuh yang cukup, kemungkinan besar tanaman timun bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
Namun jika syarat tumbuh tersebut sudah tercukupi semua, apa lantas membuat tanaman mentimun bisa tumbuh sempurna? Belum tentu juga.
Karena seringkali saat panen muncul timun yang berbentuk abnormal. Adalah bentuk timun yang bengkok menyerupai botol.
Dilansir dari Youtube Sahabat Tani Channel 8 faktor yang menyebabkan timun menjadi bengkok. Diantaranya adalah faktor cuaca dan kurang air.
1. Faktor cuaca
Cuaca yang terlalu panas bisa menyebabkan serbuk sari mati atau kualitasnya berkurang, Penyerbukan menjadi tidak sempurna dan mempengaruhi pembentukan buah.
Suhu extreme juga menghambat penyerapan unsur hara pembentuk buah, seperti Kalium hal ini membuat buah timun kelak jadi tidak normal.
2. Unsur hara tanah
Timun juga tidak boleh kekurangan air. Timun membutuhkan air yang banyak untuk tumbuh dan berkembang sepanjang musim tanam.
Timun membutuhkan gizi tanah alias unsur Hara yang cukup untuk tumbuh kembang.
Agar pertumbuhan buah optimal, tanaman membutuhkan unsur hara yang cukup dan berimbang, baik unsur hara makro dan mikro. Unsur Kalium sangat terkait dengan kualitas buah.
Kekurangan unsur Kalium akan berpengaruh pada pembentukan buah. Inilah salah satu alasan timun menjadi bengkok.
3. Ruang Tumbuh Terbatas
Tanaman timun membutuhkan ruang gerak yang luas untuk menjalar. Penanaman dengan jarak tanam rapat menyebabkan tanaman menjadi rimbun, ruang tumbuh menjadi terbatas.
Buah yang seharusnya tumbuh lurus, terpaksa bengkok karena menyesuaikan dengan lingkungan tumbuh yang padat.
Namun jika timun ditanam di tempat yang terbatas bisa disiasati dengan rutin melakukan pemangkasan.
Lakukan pemangkasan pada tunas, maka nutrisi akan fokus dan diedarkan langsung ke buah hingga tidak bengkok.
Dengan memangkas tunas tanaman timun, hanya menyisakan tiga tunas nantinya akan menghasilkan buah.
Semakin banyak tunas yang dipelihara maka akan semakin lama tanaman dapat menghasilkan buah, jika pun menghasilkan buah maka jumlah dan ukurannya tidak akan optimal.
Pemangkasan tunas ini dapat mulai dilakukan pada umur 1-1,5 bulan setelah tanam saat tanaman belum berbunga.
4. Pengendalian buah
Buah yang terlalu padat ternyata bukan syarat suksesnya hasil panen timun.
Jika buah terlalu lebat dan berdesakan kemungkinan yang terjadi malah adalah tanaman dapat mengalami rebah karena terlalu berat meyangga buah timun yang semakin lama akan semakin membesar.
Oleh sebab itu maka penjarangan buah harus dilakukan yakni dengan membuang buah yang tidak masuk kriteria atau berkualitas jelek seperti tumbuh abnormal, berukuran kecil, cacat hingga terpapar hama dan penyakit.
5. Bunga timun jantan dan betina
Bunga timun nya banyak harus dikenali mana jantan dan betina lalu bantu penyerbukannya
6. Tidak mendapat tiang rambat (tiang ajir)
Jika tanaman timun dirambatkan sembarang misal ditanah, jadi mempengaruhi kualitas buah.
7. Kurang air
Apalagi saat musim kemarau tanaman ketimun membutuhkan air yang banyak. Perlu disiram pagi sore saat cuaca panas. Namun jangan siram tanaman saat panas terik.
8. Kurang unsur hara
Nitrogen (N), kalsium (Ca), Kalium (K), Phosfor (P) dan Magnesium (Mg), Kurang unsur hara tersebut bisa juga menyebabkan rontoknya bakal bunga timun dan bakal buah yang sudah jadi (ukuran kecil sudah rontok).
Untuk melengkapi unsur hara ini bisa menggunakan air cucian beras. Kandungan air cucian beras Mg, N, Ca,. Air cucian beras putih memiliki kandungan unsur hara nitrogen, fosfor, magnesium, dan sulfur.
Air cucian beras atau sering disebut sebagai leri (bahasa Jawa) berwarna putih susu, hal itu berarti bahwa protein dan vitamin B1 yang banyak terdapat dalam beras juga ikut terkikis.
Secara tidak langsung protein dan vitamin B1 banyak terkandung di dalam air leri atau air cucian beras. Inilah 8 langkah menanam timun agar timun lurus dan panjang tidak bengkok. (sit)
Editor : Redaksi