sumutpos.jawapos.com - Spons dapur disebut sebagai salah satu benda paling kotor di rumah, lebih berkuman dari dudukan toilet.
Melansir Taste at Home, Rabu (11/3/2026), struktur spons yang lembap dan berpori menjadi lebih kotor hingga tempat ideal bagi bakteri berkembang biak, terutama setelah membersihkan sisa makanan.
Bakteri pada spons yang kotor tersebut tak hanya menyebabkan bau tidak sedap, juga bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari keracunan makanan hingga infeksi kulit.
Terbukti, sebuah studi di Jerman menemukan bahwa spons untuk cuci piring itu bisa mengandung hingga 45 miliar bakteri per sentimeter persegi. Selain itu, spons juga memuat 362 jenis mikroba berbeda.
Karena itu jarak paling maksimal mengganti spons cuci piring adalah 1-2 minggu sekali. Jika lebih dari itu, spons sudah benar-benar kotor dan tak terselamatkan.
Mungkinkah mencuci spons bisa menyelesaikan masalah? Ternyata tidak juga. Tetap saja spons cuci piring menyimpan banyak bakteri.
Itulah sebab, direkomendasikan untuk membersihkan spons setiap hari, misalnya dengan memasukkannya ke microwave (dalam keadaan basah!) atau mesin pencuci piring dengan suhu tinggi.
Dan, cara terbaik tetaplah mengganti spons secara rutin. Jika spons sudah berubah warna, berbau, atau mulai rusak, jangan ragu untuk membuangnya.
Pasalnya, mempertahankan spons lama sama saja dengan memelihara sarang penyakit di dapur.(lin)
Editor : Redaksi