Sumutpos.jawapos.com-Kebiasaan sederhana setelah makan ternyata memiliki dampak besar bagi kesehatan gigi dan gusi. Salah satu langkah paling efektif yang kerap diabaikan adalah berkumur dengan air putih segera setelah makan.
Menurut laporan The Mirror, berkumur air setelah makan membantu membersihkan sisa makanan, mengurangi plak, serta menurunkan tingkat keasaman di dalam mulut yang dapat merusak enamel gigi.
Jangan Langsung Sikat Gigi
Dokter gigi Mala Sabharwal mengingatkan bahwa banyak orang melakukan kesalahan umum tanpa disadari, terutama setelah mengonsumsi makanan manis atau asam.
“Saat mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam dan bergula, sebaiknya berkumur dengan air terlebih dahulu, bukan langsung menyikat gigi. Ini memberi waktu bagi gigi untuk pulih dari paparan asam,” jelasnya.
Asam yang tertinggal di mulut dapat melemahkan enamel. Jika gigi langsung disikat, lapisan pelindung tersebut justru berisiko terkikis, meningkatkan peluang gigi berlubang dan sensitivitas.
Berkumur air berfungsi mengencerkan asam berbahaya, melindungi enamel, serta menurunkan risiko kerusakan gigi dalam jangka panjang.
Waspadai Permen Lengket dan Minuman Asam
Permen kenyal seperti karamel, toffee, gummy, dan nougat termasuk makanan yang paling merusak gigi. Teksturnya yang lengket membuat gula menempel lebih lama, memberi kesempatan bakteri menghasilkan asam perusak enamel. Jenis makanan ini juga berpotensi merusak tambalan dan mahkota gigi.
Hal serupa berlaku pada buah kering seperti kismis, kurma, dan aprikot, terutama yang dilapisi gula atau cokelat. Konsumsi berulang dapat memicu peradangan gusi dan gigi berlubang.
Minuman asam seperti mulled wine atau minuman bersoda juga patut diwaspadai. Jika diminum perlahan dalam waktu lama, asamnya dapat terus menyerang enamel gigi.
Langkah Aman Setelah Makan
Untuk menjaga kesehatan gigi:
- Berkumurlah dengan air putih segera setelah makan
- Tunggu 20–30 menit sebelum menyikat gigi
- Batasi camilan manis dan lengket
Pilih alternatif yang lebih aman seperti buah segar, keju, atau kacang tanpa gula
Kebiasaan kecil ini, bila dilakukan secara konsisten, dapat menjadi perlindungan sederhana namun efektif untuk menjaga senyum tetap sehat dan kuat.(han)
Editor : Johan Panjaitan