Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eksekusi Lahan Al-Washliyah Memanas! Dilempari Batu dan Bom Molotov, 4 Polisi Terluka

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama Polri dalam pengamanan upaya pembacaan eksekusi lahan di Jalan Serba Guna, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kamis (29/10/2026).(Dok : Humas Polres Pelabuhan Belawan)
Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama Polri dalam pengamanan upaya pembacaan eksekusi lahan di Jalan Serba Guna, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kamis (29/10/2026).(Dok : Humas Polres Pelabuhan Belawan)

Advertisement

 

LABUHAN DELI, Sumutpos.jawapos,com– Upaya pembacaan eksekusi lahan Al-Washliyah di Jalan Serba Guna, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kamis (29/10/2026), berakhir tanpa pelaksanaan. Situasi yang memanas akibat perlawanan warga dengan lemparan batu, botol kaca, hingga bom molotov membuat aparat gabungan memilih menarik mundur personel demi mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

Insiden tersebut mengakibatkan empat personel kepolisian mengalami luka-luka. Di tengah meningkatnya ketegangan, keselamatan petugas dan masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Advertisement

Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan Kompol Jan Piter Napitupulu menjelaskan, kepolisian sebelumnya telah berupaya mengedepankan pendekatan humanis melalui dialog dan imbauan kepada masyarakat. Langkah itu dilakukan agar proses hukum berdasarkan putusan pengadilan dapat berlangsung tanpa memicu bentrokan.

“Kami memahami bahwa setiap persoalan yang menyangkut lahan dapat menimbulkan berbagai reaksi dan perasaan di tengah masyarakat. Karena itu, sebelum kegiatan dilaksanakan, pendekatan dialog dan imbauan telah kami kedepankan. Namun, ketika situasi di lapangan berkembang dan membahayakan keselamatan, kami harus mengambil langkah yang mengutamakan perlindungan jiwa,” ujar Jan Piter menyampaikan pesan Kapolres.

Advertisement

Empat Personel Terluka

Ketegangan di lokasi berujung pada jatuhnya korban dari pihak kepolisian. Empat personel yang mengalami luka berasal dari Polres Pelabuhan Belawan, Direktorat Samapta Polda Sumatera Utara, dan Brimob Polda Sumatera Utara.

Aipda Ardiansyah Putra NST dari Polres Pelabuhan Belawan mengalami luka bakar di bagian punggung belakang. Sementara itu, Bripda Ridho Damanik dari unsur Sabhara Polda Sumut mengalami luka pada bibir bawah akibat lemparan botol.

Bripda Nicholas, juga dari unsur Sabhara Polda Sumut, mengalami cedera pada lengan setelah terkena lemparan batu hingga terjatuh ke parit. Adapun Bharada Saol Sitepu dari unsur Brimob Polda Sumut mengalami luka akibat lemparan dan terjatuh, disertai kondisi tekanan darah rendah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan aparat untuk menghindari eskalasi yang lebih luas. Apalagi, perlawanan berupa lemparan benda keras dan bom molotov berpotensi membahayakan keselamatan semua pihak yang berada di lokasi.

Advertisement

Artikel Terkait

Kuasa Pemohon Eksekusi Pertanyakan Hasil Konstatering 13 SHM di Telaga Tujuh Belum Terbit

Kuasa Pemohon Eksekusi Pertanyakan Hasil Konstatering 13 SHM di Telaga Tujuh Belum Terbit

eksekusi lahan di Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, belum terbitnya hasil konstaterin.

Polres Batu Bara Amankan Eksekusi Objek Perkara di Tanjung Tiram

Polres Batu Bara Amankan Eksekusi Objek Perkara di Tanjung Tiram

Polres Batu Bara amankan eksekusi objek perkara di Tanjung Tiram. Proses berjalan tertib, aman, tanpa perlawanan massa.

Kejari Langkat Eksekusi Pemilik Dapur Minyak Ilegal, Rita Akhirnya Dijebloskan ke Rutan

Kejari Langkat Eksekusi Pemilik Dapur Minyak Ilegal, Rita Akhirnya Dijebloskan ke Rutan

Kejari Langkat mengeksekusi Sri Rita Wati, pemilik dapur minyak ilegal, untuk menjalani hukuman 1 tahun 2 bulan penjara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer