Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pasca Dugaan Keracunan MBG di Dairi, Dinkes Sumut Imbau SPPG Pastikan Keamanan Pangan

Johan Panjaitan • Jumat, 13 Februari 2026 | 22:31 WIB
KETERANGAN PERS: Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara Hamid Rijal saat memberikan keterangan pers. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
KETERANGAN PERS: Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara Hamid Rijal saat memberikan keterangan pers. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com- Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mengimbau seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan keamanan pangan, pasca insiden dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa SMK di Kabupaten Dairi.


Sebelumnya, dugaan keracunan MBG terjadi di SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Swasta Arina Sidikalang, di mana puluhan siswa harus mendapatkan perawatan medis akibat gejala mual, muntah, dan sakit perut.


Dinas Kesehatan Sumut melalui Sekretaris Dinas Hamid Rijal, menyebutkan, laporan pertama dugaan keracunan MBG yang terjadi di SMK HKBP Sidikalang, diterima pada 9 Februari. Saat itu para siswa mengonsumsi menu MBG berupa nasi, ayam gulai, tahu goreng, pisang, timun, dan selada. “Saat ini hingga 13 Februari, terdapat 19 siswa masih dirawat di RSU Sidikalang dan 3 siswa di RSU Serenapita,” kata Hamid Rijal kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).


Kemudian, lanjutnya, kejadian serupa terjadi di SMK Arina Sidikalang pada 10 Februari. Saat itu para siswa menyantap menu nasi, ikan botan goreng, tempe goreng, sayur toge, dan salak. “Total 110 siswa mengalami gejala yang sama, dengan 32 siswa dirawat di RSU Sidikalang dan 7 di RSU Serenapita,” ungkapnya.

Baca Juga: Sasar Sopir Truk, PT JMKT Kampanyekan Keselamatan di Ruas Tol Jelang Ramadan–Lebaran 2026
Usai dari kejadian itu, sampel makanan dari kedua sekolah telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Pemprov Sumut pada 11 dan 12 Februari, sesuai standar operasional prosedur. “Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar lima hari kerja setelah sampel diterima,” kata Hamid Rijal.


Namun, akibat kejadian itu, lanjutnya, Badan Gizi Nasional memutuskan menghentikan operasional sementara SPPG Sidikalang 3 yang mensuplai MBG ke kedua sekolah. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan pangan dan mencegah insiden serupa terjadi kembali.
Hamid Rijal menegaskan, MBG adalah program nasional untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui. Namun, keamanan pangan menjadi prioritas utama.


“Dinkes Sumut meminta seluruh pengelola SPPG mematuhi persyaratan, termasuk sertifikat laik sanitasi, pelatihan penjamah pangan, inspeksi lingkungan berkala, serta pengecekan kebersihan dan kondisi makanan,” tegas Hamid Rijal.


Tak hanya itu, lanjutnya, Dinkes Sumut juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, sekolah, dan Badan Gizi Nasional agar pelaksanaan program MBG berjalan aman dan sesuai standar.

Baca Juga: Ini Buah Peninggi Badan Anak, dari Pisang hingga Pepaya
“Hingga kini, puluhan siswa masih menjalani perawatan di RSU Sidikalang dan RSU Serenapita, sementara kami bersama pemerintah daerah serta pihak terkait, terus memantau situasi secara intensif dan memastikan langkah penanganan kesehatan siswa berjalan maksimal agar bisa pulih dan kembali bersekolah,” ujarnya.


Sekadar diketahui, saat ini di Kabupaten Dairi terdapat 31 SPPG yang telah menjalani pemeriksaan, mulai dari layout dapur, keabsahan pengelolaan, hingga inspeksi kesehatan lingkungan. Dari 381 SPPG terdaftar di Sumut, 275 sudah memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS), sedangkan sisanya masih dalam proses verifikasi. (ila)

Editor : Johan Panjaitan
#dinkes provsu #SPPG #Mbg #makanan bergizi gratis