Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rakimah Terbantu Berkat Program JKN saat Hipertensi Kambuh

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
DIRAWAT:  Rakimah, pasien pengidap hipertensi mendapat perawatan medis melalui program JKN. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
DIRAWAT: Rakimah, pasien pengidap hipertensi mendapat perawatan medis melalui program JKN. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

 


Advertisement

ACEH, Sumutpos.jawapos.com-Di tengah tantangan menjaga kesehatan masyarakat yang semakin kompleks, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir dengan prinsip gotong royong. Melalui sistem ini, peserta yang sehat turut berkontribusi membantu peserta yang sedang sakit, dan peserta yang mampu ikut meringankan beban peserta yang kurang mampu.

Menjadi bukti memberikan dampak nyata bagi jutaan rakyat Indonesia. Akses terhadap layanan kesehatan yang adil dan merata yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Salah satu yang dirasakan oleh Rakimah, seorang ibu berusia 79 tahun yang tinggal di Dusun Gampong Baro, Aceh Jaya. Beberapa waktu lalu yang harus menjalani perawatan rawat inap di Puskesmas Lamno akibat tekanan darah tinggi yang sering kambuh.

“Awalnya saya kira hanya kelelahan karena masih sering bekerja di ladang. Saya memang sudah terbiasa bertani setiap hari. Dalam satu minggu sebelum dirawat sering merasakan tekanan darahnya sering naik disertai gejala seperti gemetar, sakit kepala, dan demam,” ujar rakimah, Jumat (7/11/2025).

Advertisement

Kondisi kesehatan yang semakin menurun membuat keluarga memutuskan untuk membawanya ke Puskesmas. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa mengalami hipertensi dan perlu mendapatkan perawatan intensif.

Selama menjalani perawatan, Rakimah mengaku sangat bersyukur telah menjadi peserta JKN dengan segmen peserta PBI JK. Sehingga biaya pengobatan dan perawatan ditanggung oleh program tersebut sehingga beliau tidak perlu merasa khawatir akan beban biaya rumah sakit.

"Waktu itu kondisi saya makin menurun, jadi keluarga membawa saya ke rumah sakit. Setelah diperiksa, ternyata saya kena hipertensi dan harus dirawat. Alhamdulillah Syukurnya, saya sudah terdaftar sebagai Peserta JKN. Semua biaya ditanggung, jadi saya bisa fokus sembuh tanpa harus pusing memikirkan biaya rumah sakit," jelasnya.

Advertisement

Kemudahan akses layanan kesehatan kini semakin dirasakan oleh Rakimah menjadi peserta JKN. Tanpa perlu membawa banyak dokumen, cukup menunjukkan kartu JKN, bahkan dalam kondisi darurat sekalipun, peserta bisa langsung mendapatkan pelayanan.

Bahkan, jika kartu tidak dibawa, identitas seperti KTP atau Kartu Keluarga pun bisa digunakan sebagai pengganti. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pelayanan JKN semakin praktis dan ramah bagi masyarakat.

"Sekarang berobat jadi jauh lebih praktis, apalagi untuk peserta JKN. Waktu saya berobat hanya cukup tunjukkan kartu JKN langsung bisa dilayani. enggak perlu lagi bawa banyak dokumen. Bahkan saya dengar, kalau lupa bawa kartunya, cukup pakai KTP atau Kartu Keluarga juga bisa. Jadi lebih mudah dan enggak bikin panik disaat situasi darurat," ungkapnya.

Selama pelayanan yang diterima Rakimah berjalan dengan baik serta merasa para tenaga kesehatan melayani dengan ramah dan sabar. Dokter yang menangani beliau juga memberikan pesan penting agar menjaga pola hidup sehat.

“Dokter dan perawatnya baik sekali. Mereka sering memeriksa dan memberi tahu cara menjaga tekanan darah. Sekarang sudah lebih ringan, tidak sesering dulu naik darahnya. Dokter juga berpesan kepada saya harus lebih sering istirahat, jangan terlalu capek, dan memperhatikan pola makan. Tidak boleh banyak makan asin atau makanan yang bisa menaikkan tekanan darah,” ujarnya.

Pengalaman pribadi yang dialaminya semakin memperkuat keyakinannya bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan sekadar program bantuan, tetapi benar-benar menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

Rakimah merasakan langsung bagaimana pelayanan yang diberikan sangat memudahkan dan membuat peserta merasa aman serta dihargai. Dengan sistem yang terus berkembang dan pelayanan yang semakin baik, ia berharap program ini dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang berasal dari kalangan kurang mampu.

"Bagi orang-orang seperti kami, program BPJS Kesehatan benar-benar sangat penting. Tidak semua orang punya kemampuan untuk membayar biaya rumah sakit, apalagi kalau harus dirawat inap yang biayanya bisa cukup besar. Saya sendiri pernah mengalami situasi seperti itu, dan begitu terbantu karena semua biaya sudah ditanggung. Harapan saya, semoga JKN bisa terus berjalan dan makin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya seperti saya," pungkasnya. (rel/ila)

Advertisement
Editor : Johan Panjaitan

Artikel Terkait

RS Diduga Tolak Pasien BPJS, DPRD Desak Pemko Medan Bentuk Satgas Khusus

RS Diduga Tolak Pasien BPJS, DPRD Desak Pemko Medan Bentuk Satgas Khusus

DPRD desak Pemko Medan bentuk satgas khusus untuk menindaklanjuti dugaan penolakan pasien BPJS Kesehatan dan UHC oleh rumah sakit.

284,3 Juta Warga Terlindungi JKN, Tantangan Berikutnya Tingkatkan Mutu

284,3 Juta Warga Terlindungi JKN, Tantangan Berikutnya Tingkatkan Mutu

BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada peserta yang memberikan pelayanan maksimal.

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan peserta JKN melalui CX126 di 126 Kantor Cabang dengan prinsip mudah, cepat, setara, dan solutif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer