Sumutpos.jawapos.com - Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) merupakan salah satu jalur utama penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri Indonesia. Sistem seleksi ini mengandalkan prestasi akademik dan nonakademik siswa tanpa melalui ujian tertulis.
Sepanjang beberapa tahun terakhir, tren jumlah pendaftar dan daya tampung SNBP menunjukkan dinamika yang menarik dan penting bagi calon mahasiswa dalam merencanakan strategi pendaftaran mereka.
Data tren menunjukkan bahwa jumlah pendaftar SNBP terus meningkat dari tahun ke tahun. Melansir berbagai sumber, Rabu (14/1/2026), Pada 2021, tercatat sekitar lebih dari 593 ribu pendaftar untuk jalur SNMPTN (sebelum berganti ke SNBP).
Jumlah ini terus meningkat hingga 663.181 pendaftar pada 2023 dan mencapai 702.312 pendaftar pada 2024. Peningkatan ini berlanjut pada 2025, di mana jumlah pendaftar SNBP mencapai 776.515 siswa, menjadikannya rekor terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan jalur ini.
Kenaikan jumlah pendaftar ini mencerminkan minat tinggi siswa SMA/SMK/MA untuk memasuki perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi tanpa tes tertulis. Adanya tren pertumbuhan ini juga menunjukkan bahwa SNBP dipandang sebagai peluang yang semakin menarik, meskipun tingkat persaingan terus meningkat.
Meski jumlah pendaftar SNBP terus naik, daya tampung yang tersedia tidak mengalami kenaikan sebanding. Pada SNBP 2025, total daya tampung yang disediakan oleh 146 perguruan tinggi negeri (PTN) mencapai 181.425 kursi.
Jumlah ini mencakup kursi untuk program diploma tiga (D3), diploma empat/sarjana terapan (D4), dan program sarjana, dengan rincian: 16.150 kursi untuk D3,
22.603 kursi untuk D4/Sarjana Terapan, 142.672 kursi untuk program sarjana.
Karena daya tampung ini jauh lebih kecil dibandingkan jumlah pendaftar, persaingan untuk lolos SNBP semakin ketat. Data tahun 2025 menunjukkan bahwa kompetisi mencapai rasio hampir 1 kursi untuk 5 pendaftar, atau sekitar tingkat keketatan 22 persen berdasarkan jumlah peserta yang lolos.
Dengan tren pendaftar yang terus naik sementara daya tampung relatif stabil, persaingan di jalur SNBP diperkirakan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.
Hal ini menuntut siswa untuk mempersiapkan diri lebih matang dari sisi perencanaan pilihan jurusan, kemampuan akademik, serta penggunaan strategi prestasi nonakademik agar peluang lolos bisa lebih besar.
Selain itu, banyak perguruan tinggi juga mencatat lonjakan minat di level institusi. Seperti yang dilansir dari situs resmi Universitas Sumatera Utara, usu.ac.id, Rabu (14/1/2026) misalnya, Universitas Sumatera Utara (USU) mencatat 31.900 pendaftar SNBP pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, meski daya tampungnya hanya 2.606 kursi.
Demikian juga sejumlah universitas lain seperti Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), dilansir dari upnvj.ac.id, Rabu (14/1/2026), mencatat pendaftar hampir 19.437 siswa untuk hanya 914 kursi yang tersedia.
Secara keseluruhan, tren jumlah pendaftar SNBP di Indonesia menunjukkan kecenderungan peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Untuk itu calon mahasiswa perlu memahami tren ini sebagai bagian penting dari strategi menuju keberhasilan di jalur SNBP. (lin)
Editor : Redaksi