Sumutpos.jawapos.com-Politeknik Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan dipimpin Yuris Danilwan, SE, M.Si, Ph.D melaksanakan kegiatan peduli bencana banjir Sumatera dengan distribusi bantuan Sembako di Kuala Simpang Aceh Tamiang, Senin (15/12). Daerah ini mengalami banjir pada 27 November 2025-7 Desember 2025.
Tim Pelaksana Politeknik AMI Medan Peduli Bencana Banjir Sumatera terdiri delapan relawan logistik dan dokumentasi. Bantuan bersumber dari donasi Yayasan Pendidikan Maritim (Poltek AMI Medan).
"Dari kunjungan tim, diketahui bahwa pengungsi terpusat di beberapa titik seperti Mesjid Agung Al-Makmur, SDN 3 Kuala Simpang Ulim dan balai-balai desa," rinci Hendra Buana, A.Md selaku koordinator lapangan penyaluran bantuan.
Kondisi sangat padat terlihat di lokasi pengungsian dengan fasilitas terbatas. Kebutuhan paling mendesak yakni air bersih untuk konsumsi dan MCK, makanan siap saji, popok bayi/lansia serta obat-obatan anti-demam, diare dan gatal-gatal.
Banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan lingkungan. Sekitar ± 2.262 rumah rusak dan terendam lumpur dan sampah. Ratusan rumah mengalami kerusakan pada perabotan, dinding dan lantai. Puluhan rumah kayu mengalami kerusakan struktur (miring/rusak).
Pada sektor pertanian dan perikanan mengakibatkan sawah dan kebun warga (terutama padi dan palawija) rusak parah tertimbun lumpur. Kolam ikan banyak yang jebol atau terkontaminasi.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum. Beberapa sekolah dan Puskesmas terendam, merusak peralatan dan dokumen. Pasar tradisional penuh lumpur dan sampah. Seluruh wilayah dipenuhi lumpur, sampah domestik dan kayu-kayu terbawa arus. Bau tidak sedap menyengat. Sumber air bersih (sumur) tercemar.
Hendra Buana, A.Md menambahkan bahwa paket Sembako yang diserahkan sivitas akademika Politeknik AMI Medan berjumlah 500 paket terdiri air mineral, susu kotak dan biskuit.
"Bantuan diharapkan meringankan beban masyarakat. Namun tantangan besar masih ada pada fase pembersihan dan pemulihan. Kerja sama terpadu antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, sektor swasta, dan masyarakat diperlukan untuk membantu warga bangkit kembali. Dengan fokus pada pemulihan kesehatan, sanitasi dan mata pencaharian," jelas Hendra Buana, A.Md. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan