Jangan Terlalu Memaksa Bahagia, 5 Langkah Ini Justru Bikin Hidup Lebih Lega

Sumutpos.jawapos.com – Siapa yang tidak ingin hidup bahagia? Hampir semua orang tentu menginginkannya. Namun, mengejar kebahagiaan secara berlebihan ternyata bisa menjadi jebakan tersendiri.
Fenomena ini dikenal sebagai paradoks kebahagiaan. Semakin keras seseorang memaksa dirinya untuk bahagia, semakin sulit pula perasaan tersebut muncul secara alami.
Alih-alih terus bertanya apakah dirinya sudah cukup bahagia, seseorang justru dapat belajar menerima berbagai emosi yang hadir, termasuk rasa kecewa, sedih, kesal, atau tidak nyaman.
Sebuah kajian yang dibahas oleh peneliti Iris Mauss dari University of California, Berkeley, dan Brett Ford dari University of Toronto pada 2026 menyoroti bagaimana keinginan untuk bahagia dapat menghasilkan dampak yang berlawanan apabila dijalani dengan cara yang keliru.
Kuncinya bukan berhenti menginginkan kebahagiaan, melainkan mengubah cara mencapainya.
Dilansir dari Psikologi Today, ada lima langkah yang dapat membantu seseorang membangun hubungan yang lebih sehat dengan kebahagiaan.
1. Tetapkan tujuan, tetapi jangan memaksakan diri
Memiliki keinginan untuk bahagia bukan sesuatu yang salah.
Masalah muncul ketika kebahagiaan berubah menjadi target yang harus dicapai setiap saat. Ketika seseorang terus memeriksa dirinya dengan pertanyaan, “Apakah saya sudah bahagia?”, pengalaman positif justru bisa terasa seperti sebuah kewajiban.



