Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Terlalu Memaksa Bahagia, 5 Langkah Ini Justru Bikin Hidup Lebih Lega

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Seorang wanita bahagia menikmati keindahaan pantai.(Ilustrasi/Freepik)
Seorang wanita bahagia menikmati keindahaan pantai.(Ilustrasi/Freepik)

Advertisement

 

Sumutpos.jawapos.com – Siapa yang tidak ingin hidup bahagia? Hampir semua orang tentu menginginkannya. Namun, mengejar kebahagiaan secara berlebihan ternyata bisa menjadi jebakan tersendiri.

Fenomena ini dikenal sebagai paradoks kebahagiaan. Semakin keras seseorang memaksa dirinya untuk bahagia, semakin sulit pula perasaan tersebut muncul secara alami.

Advertisement

Alih-alih terus bertanya apakah dirinya sudah cukup bahagia, seseorang justru dapat belajar menerima berbagai emosi yang hadir, termasuk rasa kecewa, sedih, kesal, atau tidak nyaman.

Sebuah kajian yang dibahas oleh peneliti Iris Mauss dari University of California, Berkeley, dan Brett Ford dari University of Toronto pada 2026 menyoroti bagaimana keinginan untuk bahagia dapat menghasilkan dampak yang berlawanan apabila dijalani dengan cara yang keliru.

Advertisement

Kuncinya bukan berhenti menginginkan kebahagiaan, melainkan mengubah cara mencapainya.

Dilansir dari Psikologi Today, ada lima langkah yang dapat membantu seseorang membangun hubungan yang lebih sehat dengan kebahagiaan.

1. Tetapkan tujuan, tetapi jangan memaksakan diri

Memiliki keinginan untuk bahagia bukan sesuatu yang salah.

Masalah muncul ketika kebahagiaan berubah menjadi target yang harus dicapai setiap saat. Ketika seseorang terus memeriksa dirinya dengan pertanyaan, “Apakah saya sudah bahagia?”, pengalaman positif justru bisa terasa seperti sebuah kewajiban.

Advertisement

Artikel Terkait

32 Calon Anggota KPID Sumut Lolos Tes Psikologi, Wawancara Digelar 30 Juli

32 Calon Anggota KPID Sumut Lolos Tes Psikologi, Wawancara Digelar 30 Juli

32 calon anggota KPID Sumut dinyatakan lolos tes psikologi. Dan akan dilakukan tes wawancara pada 30 Juli mendatang.

Anak Bunuh Ibu Kandung di Medan Dituntut 8 Bulan Pendampingan Psikologis

Anak Bunuh Ibu Kandung di Medan Dituntut 8 Bulan Pendampingan Psikologis

Anak yang membunuh ibu kandung divonis 8 bulan pendampingan. Anak masih usia 12 tahun. Dan pengasuhan yang keras.

Studi 300 Ribu Orang Ungkap Rahasia Kebahagiaan Kaum Single

Studi 300 Ribu Orang Ungkap Rahasia Kebahagiaan Kaum Single

Studi terhadap 300 ribu orang di 32 negara Eropa mengungkap faktor kebahagiaan kaum single, mulai dari pertemanan hingga penerimaan diri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer