TANGERANG, Sumutpos.jawapos.com-Malam kelam harus dialami Timnas Indonesia U-17. Bermain di hadapan publik sendiri di Indomilk Arena, Minggu (8/2/2026) malam, Garuda Muda dibuat tak berkutik dan dihantam China U-17 dengan skor mencolok 0-7.
Sejak peluit awal dibunyikan, China langsung tampil menggila. Pertahanan Indonesia terus digempur tanpa henti hingga akhirnya jebol pada menit ke-16 lewat sundulan Zhao Songyuan. Gol itu menjadi awal dari mimpi buruk panjang bagi skuad Merah Putih.
Belum sempat bangkit, gawang Indonesia kembali bergetar di menit ke-25. Wang Heyi sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang, membuat skor berubah jadi 0-2. Tekanan demi tekanan terus datang, dan Garuda Muda tampak kesulitan keluar dari kepungan.
Petaka semakin menjadi menjelang turun minum. Dua gol tambahan dari Shuai Weihao dan gol kedua Zhao Songyuan membuat Indonesia tertinggal telak 0-4 di babak pertama. Stadion mendadak sunyi, publik terhenyak melihat tim tuan rumah tak mampu memberi perlawanan berarti.
Memasuki babak kedua, situasi tak banyak berubah. China tetap dominan, sementara Indonesia terlihat kelelahan dan kehilangan arah. Shuai Weihao kembali mencetak gol pada menit ke-52, memperlebar jarak menjadi 0-5.
Garuda Muda sempat memiliki secercah harapan saat I Komang Semadi lolos dan berhadapan langsung dengan kiper Qin Ziniu. Namun peluang emas itu terbuang sia-sia setelah tendangannya melenceng. Momen itu seakan menjadi simbol betapa sulitnya Indonesia mencetak gol.
Alih-alih memperkecil ketertinggalan, gawang Indonesia justru kembali kebobolan. Zhang Boling mencetak gol keenam pada menit ke-73, sebelum Alikamu Yilihong menutup pesta gol China di penghujung laga. Skor 0-7 pun menjadi hasil akhir yang menyakitkan.
Sepanjang pertandingan, perbedaan kualitas terlihat sangat jelas. China tampil rapi, cepat, dan efektif, sementara Indonesia sering kehilangan bola, terlambat menutup ruang, dan gagal membangun serangan.
Kekalahan telak ini menjadi tamparan keras bagi Timnas U-17 Indonesia. Evaluasi besar-besaran jelas tak bisa dihindari, terutama di lini belakang yang terlihat rapuh dan mudah ditembus.
Garuda Muda masih punya kesempatan menebus luka saat kembali menghadapi China pada laga uji coba kedua, Rabu (11/2/2026). (bbs/han)
PERKIRAAN PEMAIN:
Indonesia: 1-Noah Leo Duvert (PG); 4-Putu Ekayana, 3-Shoyyo Himawan, 26-Zidane Raditya, 24-Dava Yunna, 16-Fardan Farras, 14-Farrel Luckyta (8-Chico Jericho 34'), 18-Handri Dimas, 15-Miraj Rizky, 12-Peres Akwila (17-Fardhan Ary 84'), 9-Mochammad Mierza Firjatullah.
Pelatih: Nova Arianto
China: 23-Qin Ziniu (PG); 9-Bian Weihao, 22-Li Junpeng, 13-Zhang Xuyao (7-Wang Yiming 72'), 24-Kuang Zhaolei (8-Xiao Chenxi 84'), 20-Nan Zixun, 15-Pan Chaowei, 18-Wang Heyi, 3-Zhao Songyuan, 25-Zhou Yunuo, 5-Shuai Weihao (4-Zhang Bolin 63').
Pelatih: Ukishima Bin