BOSTON, Sumutpos.jawapos.com-Atmosfer Piala Dunia FIFA 2026 mulai terasa bahkan sebelum turnamen resmi bergulir. Timnas Prancis datang lebih awal ke Amerika Serikat, bukan sekadar berkunjung, tetapi menjalani ujian prestisius menghadapi Timnas Brasil di Gillette Stadium, Foxborough, pinggiran Boston, dini hari nanti.
Laga ini bukan sekadar uji coba. Ini adalah panggung awal bagi Les Bleus untuk beradaptasi dengan atmosfer, waktu, dan tekanan yang akan mereka hadapi di turnamen akbar nanti. Setibanya di Boston, skuad Prancis langsung menempati Four Seasons Hotel Boston, yang juga akan menjadi markas mereka selama Piala Dunia berlangsung.
Gelandang Aurélien Tchouaméni mengakui perjalanan panjang tak mengurangi antusiasme tim.
“Kami memang tidak banyak tidur di pesawat, tetapi selalu menyenangkan berada di Amerika Serikat. Penting bagi kami untuk mulai beradaptasi sejak sekarang,” ujarnya.
Pertemuan ini menjadi yang pertama dalam 11 tahun terakhir sejak duel di Stade de France pada 2015, ketika Brasil keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1. Kini, dengan komposisi pemain yang jauh berbeda, tensi pertandingan dipastikan kembali tinggi.
Prancis datang dengan kekuatan nyaris penuh. Trio lini depan yang mematikan—Ousmane Dembélé, Kylian Mbappé, dan Michael Olise—siap menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Brasil. Mbappé sendiri memberi sinyal siap kembali merumput setelah proses pemulihan.
“Saya ingin kembali bermain secara bertahap dan berharap bisa tampil,” ungkapnya.
Di sisi lain, Brasil hadir dengan misi yang tak kalah besar. Di bawah arahan Carlo Ancelotti, Selecao tengah mencari kembali identitas permainan mereka. Dari delapan laga bersama pelatih asal Italia itu, performa Brasil masih naik turun—empat kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.
Namun, Ancelotti punya visi yang jelas.
“DNA Brasil adalah bakat, energi, dan kegembiraan. Sepak bola Brasil seperti karnaval—penuh seni dan ritme. Itu yang ingin saya kembalikan,” ujarnya.
Duel di Boston ini menjadi lebih dari sekadar pertandingan persahabatan. Ia adalah pertemuan dua filosofi besar: efisiensi dan kekuatan kolektif Prancis melawan ekspresi dan kreativitas khas Brasil.
Kurang dari tiga bulan menuju Piala Dunia, satu hal menjadi pasti—baik Les Bleus maupun Selecao tengah mengasah diri. Dan Boston, untuk sesaat, menjadi panggung tempat dua raksasa dunia mengukur kesiapan mereka menuju kejayaan.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan