Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peringatan Dini: Labuhanbatu Diintai Banjir, Longsor, dan Angin Kencang

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Logo BMKG. (Dok: Sumut Pos)
Logo BMKG. (Dok: Sumut Pos)

LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com-Kabupaten Labuhanbatu kembali berada dalam kondisi siaga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu tiga bencana sekaligus: banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Peringatan tersebut disampaikan Kepala BPBD Labuhanbatu, Darwin Yusma, pada Jumat (28/11/2025) di Rantauprapat.


Advertisement

Menurut BPBD, karakteristik geografis sembilan kecamatan membuat wilayah-wilayah tersebut rentan terhadap bencana berbasis cuaca. Bilah Barat, misalnya, berpotensi mengalami banjir dan puting beliung—terutama di Aek Buru Selatan, Bandar Kumpul, Janji, Kampung Baru, dan Tanjung Medan.

Sementara itu, Bilah Hilir menjadi kawasan langganan banjir meliputi Negeri Lama, Negeri Lama Seberang, Perkebunan Negeri Lama, Perkebunan Sennah, Sri Kasih, Sri Tampang, Sri Tarolat, hingga Selat Besar.

Di Bilah Hulu, kombinasi ancaman banjir dan longsor menghantui Kampung Dalam, Perbaungan, Aek Nabara, Pematang Seleng, Pondok Batu, dan Bandar Tinggi.

Advertisement

Ancaman banjir juga menyelimuti kecamatan Panai Hilir, Panai Hulu, Panai Tengah, serta Pangkatan, yang selama ini dikenal memiliki kontur dataran rawan genangan.

Untuk wilayah perkotaan, Rantau Selatan teridentifikasi sebagai zona rawan banjir, mencakup Bakaran Baru, Danau Bale, Lobusona, Perdamaian, Sidorejo, Sigambal, Sioldengan, Ujung Bandar, dan Urung Kompas.

Adapun Rantau Utara menghadapi risiko ganda: banjir dan angin puting beliung. Wilayah tersebut meliputi Aek Paing, Binaraga, Padang Bulan, Padang Matinggi, Pulo Padang, Rantauprapat, Sirandorung, dan Siringo-ringo.

Advertisement

Selain itu, potensi kebakaran lahan juga patut diwaspadai, terutama di wilayah perkebunan yang memiliki tanah gambut.

Darwin Yusma mengimbau seluruh masyarakat tetap waspada menghadapi potensi hujan intensitas sedang hingga tinggi yang dapat disertai angin kencang serta kilat/petir. “Kondisi cuaca ekstrem ini dapat memicu banjir, angin puting beliung, pohon tumbang, dan tanah longsor. Kewaspadaan harus ditingkatkan,” tegasnya.

Dengan cuaca yang semakin tidak terprediksi, BPBD menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, perangkat desa, hingga pemerintah kecamatan untuk mengantisipasi dampak bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Labuhanbatu kini kembali bersiap menghadapi perubahan cuaca ekstrem—sebuah pengingat bahwa mitigasi, informasi yang cepat, dan kepedulian bersama menjadi kunci menjaga keselamatan warga.(fdh/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Brasil vs Norwegia: Selecao Diuji Cuaca Ekstrem dan Ambisi The Vikings

Brasil vs Norwegia: Selecao Diuji Cuaca Ekstrem dan Ambisi The Vikings

Brasil vs Norwegia di 16 besar Piala Dunia 2026. Haaland dan Odegaard siap menantang Selecao yang dibayangi cuaca ekstrem New Jersey.

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Diperpanjang, BMKG Minta Warga Sumut Waspadai Banjir dan Longsor

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Diperpanjang, BMKG Minta Warga Sumut Waspadai Banjir dan Longsor

BMKG perpanjang peringatan dini cuaca ekstrem di Sumut hingga 1 November 2026. Warga diminta waspada banjir dan longsor.

Banjir Meluas di Sumut, 694 Warga Terdampak di Langkat, 603 Orang Dievakuasi di Medan

Banjir Meluas di Sumut, 694 Warga Terdampak di Langkat, 603 Orang Dievakuasi di Medan

Banjir dan longsor melanda 7 daerah di Sumut. Sebanyak 694 jiwa terdampak di Langkat dan 603 warga dievakuasi di Medan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer