Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Normalisasi Sungai Rampung, Akses ke Tukka Kembali Lancar

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Sejumlah warrga berupaya melintasi banjir yang masih merendam desa mereka dengan menggunakan kenderaan roda empat ataupun roda dua di desa Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sejumlah warrga berupaya melintasi banjir yang masih merendam desa mereka dengan menggunakan kenderaan roda empat ataupun roda dua di desa Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

TAPTENG, Sumutpos.jawapos.com-Akses jalan menuju Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, berangsur pulih setelah aliran sungai yang sempat tersumbat akibat longsor dan tumpukan kayu berhasil dibersihkan. Kini, air tidak lagi meluap ke badan jalan dan arus lalu lintas kembali normal.


Advertisement

Kecamatan Tukka menjadi salah satu wilayah terparah terdampak banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut bahkan menyita perhatian Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang pada 2 Desember 2025 lalu menembus banjir demi menyalurkan bantuan langsung ke warga terdampak.

Sebelumnya, akses ke sejumlah desa nyaris terputus. Jalan utama berubah menjadi aliran sungai setelah Sungai Aek Godang dan Sungai Sigotom tersumbat material longsor dan kayu gelondongan, menyebabkan air meluap dan merendam badan jalan.

“Beberapa hari terakhir alat berat terus bekerja membersihkan Sungai Sigotom dan Aek Godang. BPBD, BNPB, TNI, Polri, dan masyarakat ikut bergotong royong membersihkan jalan serta membuat saluran air. Sekarang aliran sungai sudah lancar, air tidak lagi naik ke jalan, kendaraan pun sudah bisa melintas,” ujar Adian Siregar, warga Kelurahan Tukka, saat ditemui di Jembatan Sigotom, Jumat (19/12/2025).

Advertisement

Pulihnya akses jalan turut memperlancar distribusi bantuan logistik ke wilayah tersebut. Meski demikian, Adian mengungkapkan masih ada persoalan mendesak yang dirasakan warga, khususnya ketersediaan air bersih.

“Setelah banjir surut, bantuan makin mudah masuk. Tapi air bersih masih terbatas. Memang sudah ada bantuan toren di hampir setiap dusun, bahkan ada yang diisi sampai tiga kali sehari, namun masih belum mencukupi kebutuhan warga,” katanya.

Hal senada disampaikan Marlina, warga Dusun Gotom. Ia mengatakan alat berat juga dikerahkan untuk membersihkan permukiman warga yang tertimbun material banjir.

Advertisement

“Gang-gang di dusun kami sedang dikeruk, tanah dipindahkan ke tempat yang lebih rendah. Kami berharap alat berat bisa ditambah supaya proses pembersihan rumah dan lingkungan warga bisa lebih cepat,” ujarnya.

Meski kondisi mulai membaik, warga berharap penanganan pascabencana terus ditingkatkan, terutama pemulihan infrastruktur, ketersediaan air bersih, serta percepatan normalisasi lingkungan agar kehidupan masyarakat bisa kembali berjalan normal.(san/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Proyek Bendung Sidalu Dalu Picu Banjir, 150 Hektare Lahan Cabai di Batu Bara Terendam

Proyek Bendung Sidalu Dalu Picu Banjir, 150 Hektare Lahan Cabai di Batu Bara Terendam

Pengalihan aliran Sungai Sidalu Dalu picu banjir di Batu Bara. Sebanyak 150 hektare lahan cabai dan padi terendam.

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Diperpanjang, BMKG Minta Warga Sumut Waspadai Banjir dan Longsor

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Diperpanjang, BMKG Minta Warga Sumut Waspadai Banjir dan Longsor

BMKG perpanjang peringatan dini cuaca ekstrem di Sumut hingga 1 November 2026. Warga diminta waspada banjir dan longsor.

Banjir Meluas di Sumut, 694 Warga Terdampak di Langkat, 603 Orang Dievakuasi di Medan

Banjir Meluas di Sumut, 694 Warga Terdampak di Langkat, 603 Orang Dievakuasi di Medan

Banjir dan longsor melanda 7 daerah di Sumut. Sebanyak 694 jiwa terdampak di Langkat dan 603 warga dievakuasi di Medan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer