MEDAN,SUMUTPOS.CO- Zeira Salim Ritonga, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada masyarakat yang telah mendukung dan memilihnya, sehingga ia yang merupakan incumbent ini berhasil duduk kembali di DPRD Sumut untuk wilayah Dapil 6, meliputi Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara (Labura) dan Labuhanbatu Selatan (Labusel), dengan perolehan 32.487 suara.
Hal ini berdasarkan hasil dari rekapitulasi KPU Sumut yang telah rampung dan sudah ditandatangani oleh seluruh komisioner KPU Sumut, pada 13 Maret 2024 lalu. Nama Zeira Salim Ritonga masuk di antara 100 anggota DPRD Sumut lainnya di dapil 6, sesuai PKPU Nomor 6 Tahun 2023.
Ini membuktikan putra daerah asal Labura tersebut mampu bertahan di tengah-tengah pertarungan Pemilihan Legislatif (Pileg) yang sangat berat, di mana banyak rekannya sesama incumbent malah tersingkir.
"Pertarungan Pileg kali ini memang luar biasa, karena adanya pengaruh dari kepala daerah. Selain itu juga pengaruh masyarakat yang sudah semakin paham, mana anggota DPRD bekerja dan mana yang tidak," kata Zeira yang juga menjabat sebagai Bendahara di Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Utara (DPW PKB Sumut) ini kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (31/3/2024).
Zeira yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Labura membeberkan strateginya memenangkan 'pertarungan' itu. Ia menyebutkan, bahwa selama ini sering turun menyapa masyarakat, memperjuangkan aspirasi dengan turun-turun ke dapil dalam reses-reses selama ini.
"Intinya sesuai dengan tagline saya, yakni memperjuangkan kampung halaman. Alhamdulillah PKB untuk pileg kali ini naik, dengan perolehan 4 kursi. Jadi semakin yakin dengan PKB," ujarnya.
Untuk ke depannya setelah nanti dilantik, Zeira berjanji akan memperjuangkan pendidikan di dapilnya sebagai program atau misi utamanya.
"Selama ini di daerah Labura masih minim sekali terkait pendidikan. Saya ingin mencerdaskan anak bangsa di sana, sementara sekolah negeri selama ini terbatas. Karena itu, kita yang merupakan anggota DPRD berfungsi sebagai kontrol Pemerintah Daerah (Pemda) terutama juga dari segi budgeting, saya akan fokusnya kesana, miris juga saya melihat guru-guru honor di sekolah swasta yang gajinya hanya Rp500 ribu-Rp600 ribu. Ini yang nanti perlu kita sampaikan ke Pemda agar diperhatikan," harapnya.
Ia juga akan fokus ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya di kecamatan-kecamatan di Labura yang selama ini jauh dari kota, sehingga kurangnya fasilitas pendidikan dan fasilitas untuk praktikum. selain itu infrastruktur jalan yang masih banyak rusak parah, terutama jalan dari Aek Kota Batu Labura menuju Tobasa, ini belum tuntas.
"Memang waktu kedatangan Presiden Jokowi, telah dibangun 15Km jalan di sana menuju pantai, tapi belum tuntas. Nah ini nanti akan saya dorong kepala daerahnya agar dapat diperhatikan, khususnya infrastruktur jalan di daerah pesisir pantai dan pegunungan," ungkapnya.
Jika akses itu sudah mendapatkan perbaikan, lanjut pria yang rendah hati ini, semoga citra Labura akan meningkat, khususnya kekayaan alamnya (hasil lautnya), tentu ini akan semakin membuat Labura dikenal keluar daerah.
"Daerah pantai timur di Labura inikan menjadi prospek pertumbuhan ekonomi agar bisa maju, apalagi diapit Selat Malaka. Sayang selama ini terabaikan. Karena itu, inilah menjadi misi saya ke depan setelah duduk kembali di DPRD ini," bebernya.
Ia juga akan mendorong kepala daerah di dapil 6, khususnya Labura, agar memberdayakan masyarakat sekitar, terutama putra-putri daerah untuk dipekerjakan di perkebunan-perkebunan sawit dan karet, agar tidak banyak pengangguran atau malah mereka memilih merantau ke kota-kota besar karena sulitnya lapangan pekerjaan di kampung halaman mereka, yang akhirnya menjadi penumpukan di kota-kota besar. Sehingga terjadi ketimpangan antara kota dan desa.
"Kita akan meminta kepala daerah agar visi dan misinya jelas serta tepat sasaran. Bangktkan kembali tagline 'Marsipature Hutanabe'. Mari kita bangun kampung halaman kita sendiri," tegasnya. (dwi/ram)
Editor : Redaksi