DAIRI,Sumutpos.jawapos.com-Pasca bencana alam banjir bandang dan longsor terjadi di Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga, Pakpak Bharat dan Aceh, menyebabkan antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum di Kota Sidikalang.
Krisis BBM menyebabkan antrian kenderaan di SPBU telah terjadi selama 5 hari terakhir atau sejak, Sabtu (29/11/2025). Amatan di SPBU di jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Rabu (3/12/2025) antrian kenderaan telah mengular lebih kurang 1 kilometer.
Menurut sejumlah pengendara, mereka harus mengantri berjam-jam supaya bisa dapat BBM. Parahnya lagi, sudah mengikuti antrian beberapa jam. Setiba dilokasi SPBU, apesnya, petugas SPBU menyatakan BBM habis, ujar Marlon Simbolon dan Simson Sinaga kepada wartawan.
Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Dairi, Lipinus Sembiring dikonfirmasi, Rabu (3/12/2025) menyatakan, kelangkaan terjadi akibat pasokan BBM ke Dairi yang sempat terhenti sejak, Rabu-Jumat (26-28/11/2025).
Pasokan baru dimulai, Sabtu (29/11/2025). Lipinus menerangkan, kelangkaan juga adanya pengurangan pasokan BBM jenis Pertalite dan Biosolar.
"Jika sebelumnya, pasokan BBM jenis Pertalite dan Biosolar ke SPBU sebanyak 16.000 liter. Sekarang, pasokan hanya separuh yakni 8.000 liter,"ujar Lipinus.
Per hari ini, kata Lipinus, laporan 3 SPBU di Dairi antaralain SPBU No14222243 di jalan Sisingamangaraja, Sidikalang jumlah pasokan Pertalite sebanyak 8.000 liter, Biosolar 8.000 liter, sementara Pertamax dan Dexlite kosong.
Kemudian di SPBU No14222239 di jalan Pakpak Sidikalang, jumlah pasokan Pertalite 8.000 liter, Biosolar 8.000 liter, sementara Pertamax kosong.
Selanjutnya, di SPBU No14222236 di jalan Sidikalang Medan, Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, jumlah pasokan Pertalite sebanyak 8.000 liter, Biosolar 8.000 liter dan Dexlite kosong.
Lipinus menambahkan, untuk membahas persoalan pasokan BBM itu, perwakilan PT Pertamina akan hadir di Dairi hari ini untuk memberikan penjelasan, ungkapnya.
Editor : Johan Panjaitan