LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Hasan Heri Rambe menekankan pentingnya implementasi strategi 4K. Yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Hal ini dikatakannya saat memimpin rapat dan diskusi teknis pengendalian inflasi di Kabupaten Labuhanbatu bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, di ruang rapat Sekda, kamtor Bupati. Kamis (15/1).
"Kita perlu memastikan bahwa rantai pasokan pangan tidak terhambat. Melalui diskusi teknis ini, kita membedah data dari Bank Indonesia untuk menentukan di titik mana intervensi pemerintah paling dibutuhkan, baik melalui operasi pasar maupun subsidi transportasi," ujar Sekda.
Rapat ini difokuskan pada pembahasan langkah-langkah konkret dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas pangan yang menjadi pemicu utama inflasi di tingkat daerah.
Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Jansen dalam diskusi tersebut memberikan paparan mengenai proyeksi inflasi serta analisis makroekonomi wilayah. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang berbasis data (data-driven policy) sehingga langkah yang diambil oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi lebih akurat dan efektif.
Turut hadir Perwakilan Bank Indonesia Pematang Hendrik, Asisten II Ikram Syahputra, Kadis Pertanian, Kadis Hampang, Kadis Perindag, Kadis Pertenakan, Kadis Kelautan dan Perikanan, Dinas Koperasi dan tamu undangan lainnya. (fdh/han)
Editor : Johan Panjaitan