MEDAN, SUMUT POS- Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara memprediksi potensi pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi menuju Sumatera Utara mencapai sekitar 4,5 juta orang. Angka tersebut menempatkan Sumatera Utara sebagai salah satu daerah tujuan utama perjalanan mudik di Indonesia.
Sekretaris Dinas Perhubungan Sumut, Rochani Litiloly, mengatakan berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, secara nasional diperkirakan 50,60 persen penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran 2026.
“Secara nasional diperkirakan ada sekitar 143,92 juta orang yang melakukan perjalanan selama masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah atau 2026 Masehi,” ujar Rochani saat memberikan keterangannya di kantor Gubernur Sumut, Jumat (6/3/2026).
Meski jumlahnya sangat besar, Rochani menyebutkan bahwa angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
“Jika dibandingkan dengan Lebaran 2025, jumlah pergerakan masyarakat pada tahun ini diperkirakan turun sekitar 1,75 persen,” katanya.
Lebih lanjut Rochani menjelaskan, dalam peta pergerakan nasional, Provinsi Sumatera Utara menempati posisi penting baik sebagai daerah asal maupun tujuan perjalanan masyarakat selama periode mudik.
“Sumatera Utara tercatat sebagai daerah asal perjalanan tertinggi ke-10 dan tujuan perjalanan tertinggi ke-6 secara nasional,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan survei yang sama, mobil pribadi masih menjadi moda transportasi paling banyak dipilih masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik.
Rochani memaparkan bahwa 52,98 persen pemudik memilih menggunakan mobil pribadi. Setelah itu disusul sepeda motor sebesar 16,74 persen, serta bus sebesar 16,22 persen.
Selain tiga moda utama tersebut, masyarakat juga memanfaatkan moda transportasi lainnya seperti kapal penyeberangan sebesar 4,45 persen, pesawat udara 3,46 persen, serta kereta api antar kota sebesar 3,33 persen.
Adapun moda transportasi lain yang juga digunakan masyarakat dalam jumlah lebih kecil antara lain kereta api perkotaan sebesar 1,51 persen, kapal laut 0,64 persen, dan kereta api cepat sebesar 0,47 persen, serta moda transportasi lainnya sekitar 0,18 persen.
Rochani menegaskan bahwa data ini menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam mempersiapkan layanan transportasi dan pengendalian lalu lintas selama masa angkutan Lebaran.
“Data ini menjadi dasar bagi kami untuk melakukan berbagai persiapan, mulai dari pengaturan transportasi, koordinasi lintas instansi, hingga memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran,” pungkasnya. (san/ram)
Editor : Juli Rambe