Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bobby Nasution Dukung Langkah BGN yang Hentikan 252 SPPG di Sumut, Tegaskan MBG Tak Boleh Asal- asalan

Juli Rambe • Kamis, 12 Maret 2026 | 15:23 WIB

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. (Dok: istimewa)
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dijalankan secara sembarangan.

Program nasional tersebut, menurutnya, harus memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, serta kelayakan sanitasi yang ketat.

Penegasan itu disampaikan Bobby setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 252 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Sumatera Utara untuk keperluan evaluasi.

“Kami mendukung langkah BGN. Tujuannya memastikan kualitas makanan dan nutrisi yang diberikan kepada anak-anak benar-benar sesuai standar,” kata Bobby saat memberikan keterangannya di Medan, Kamis (12/3/2026).

Keputusan penghentian sementara tersebut diambil setelah BGN menemukan sejumlah dapur penyedia makanan bagi program MBG belum memenuhi persyaratan kesehatan maupun administrasi.

Beberapa dapur diketahui belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta belum dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Padahal sebagian dapur tersebut telah menjalankan operasional lebih dari 30 hari.

Menurut Bobby, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Karena itu ia mengingatkan seluruh pengelola dapur SPPG agar tidak menganggap remeh standar yang telah ditetapkan pemerintah.

“Program prioritas Presiden tidak boleh dipermainkan. Dari tingkat mana pun tidak boleh ada yang main-main dengan program ini,” tegasnya.

Bobby menilai kualitas makanan yang disajikan kepada siswa tidak hanya diukur dari rasa atau tampilan, tetapi juga dari kandungan gizi, keamanan pangan, serta kelengkapan sertifikasi kesehatan.

Ia menegaskan dapur penyedia makanan harus memastikan seluruh persyaratan sanitasi dan administrasi terpenuhi sebelum kembali beroperasi.

“SPPG harus memenuhi semua standar. Bukan hanya soal rasa atau tampilan makanan, tetapi juga kandungan gizi dan kelengkapan sertifikasinya,” ujarnya.

Penghentian sementara operasional dapur SPPG akan berlangsung hingga seluruh pengelola mampu memenuhi ketentuan kebersihan, kelayakan sanitasi, serta administrasi yang ditetapkan pemerintah.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan program Makan Bergizi Gratis bagi para pelajar di Sumatera Utara berjalan secara aman, sehat, dan berkualitas.(san/ram)

 

 

 

Editor : Juli Rambe
#Dapur mbg #Bgn hentikan 252 dapur di sumut #bobby nasution #Mbg