DAIRI, SUMUT POS- Proyek pembangunan gedung Catlab (Catheterization Laboratory) khusus penanganan penyakit jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara mendapat sorotan masyarakat.
Pasalnya, gedung Catlab yang dibangun anggaran tahun 2025 senilai Rp1,8 miliar lebih itu, kini sudah banyak rusak atau hancur. Bahkan, sebagian besar bangunan belum rampung.
Begitu juga instalasi listrik, juga belum selesai. Amatan wartawan, Jumat (27/3/2026), plafon sudah rusak dan ambruk, bagian interior bangunan belum selesai dicat dan kontruksi terkesan asal-asalan.
Anehya lagi, sejumlah pekerja masih menyelesaikan item pekerjaan seperti pemasangan pintu dorong stainless meskipun saat ini sudah mau masuk TW 2 tahun 2026.
Pada papan proyek tertera, nilai kontrak pembangunan Catlab tersebut sebesar Rp1.889.955.760. Kontraktor pelaksana Bio-Bio Putra Jangga beralamat di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Siempat Nempu.
Kepala Bidang Sarana Prasarana RSUD Sidikalang juga selaku PPTK, Santy Limbong dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026), mengakui pembangunan fisik belum rampung.
Santy mengatakan, ada keterlambatan pekerjaan. Sesuai kontrak, masa pekerjaan Juli sampai Desember 2025. Namun, kata Santy, dia hanya melanjutkan dari pejabat sebelumnya yakni di bulan Oktober 2025.
Menurut Santy, sesuai kewenangan sebagai PPTK, pihaknya bersama pejabat pembuat komitmen (PPK) sudah mengingatkan pihak penyedia untuk mempercepat progres pekerjaan dengan menambah tukang.
Karena pembangunan gedung Catlab harus segera diselesaikan karena sangat dibutuhkan.
Namun oleh pihak rekanan waktu itu, keterlambatan akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) serta kondisi cuaca ekstrim.
"Dan sejak bulan Januari, kita terus mengingatkan rekanan agar segera menyelesaikan pekerjaan. Begitu juga plafon yang sudah ambruk, sudah menyuruh supaya dibongkar karena mengancam keselamatan dan pihak rekanan berjanji akan menyelesaikan pekerjaan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Asset Daerah (BKAD) Kabupaten Dairi, Rahmat Syah Munthe dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2026) mengatakan, proyek tersebut sudah dibayarkan 90 persen.
"Sisa 10 persen lagi belum dibayar," kata Rahmat Syah. (rud/ram)
Editor : Juli Rambe