BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Pemerintah Kota Binjai menggelar apel gabungan yang dipimpin Sekretaris Daerah, Chairin Simanjuntak, Senin (30/3/2026). Pelaksana apel adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai, yang diikuti jajaran staf ahli, asisten hingga pimpinan organisasi perangkat daerah.
Chairin menekankan, pentingnya penguatan sistem mitigasi serta respons cepat terhadap berbagai potensi bencana. Hal ini menyusul meningkatnya kejadian bencana alam dan non-alam di Kota Binjai dalam beberapa bulan belakangan.
Dia mengungkapkan, ada 14 kasus kebakaran yang terjadi pada rentang Januari hingga Maret 2026. Dia juga mengingatkan kembali, bencana banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025 kemarin.
Juga bencana angin puting beliung pada akhir Februari 2026. Kata dia, itu menunjukkan bukti nyata tingginya kerentanan daerah terhadap bencana.
“Kesiapsiagaan, koordinasi lintas sektor, serta kecepatan dalam bertindak merupakan kunci utama dalam penanggulangan bencana. Kita harus belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya agar dampak terhadap masyarakat dapat diminimalisir,” tegasnya.
Saat ini, BPBD Kota Binjai telah memperkuat jangkauan operasional dengan menyiagakan empat pos strategis, yakni dua pos pemadam kebakaran di Kecamatan Binjai Barat dan Binjai Utara, serta dua pos pemantau ketinggian air di wilayah Namu Sira-Sira dan Pantai Senyum. Chairin juga menginstruksikan kepada BPBD Binjai agar lebih proaktif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganan bencana, termasuk edukasi kebencanaan sejak dini kepada pelajar.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, ia juga menekankan pentingnya mitigasi aliran sungai melalui pembersihan sampah guna mencegah banjir. Juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah awal penanganan kebakaran.
Kehadiran seluruh jajaran dalam apel juga diapresiasinya. "Saya berharap, seluruh aparatur pemerintah dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi demi mewujudkan Kota Binjai yang maju, sejahtera dan berkelanjutan," pungkasnya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan