SUMUTPOS.CO- Menjelang Ramadan, perkuburan muslim akan ramai dikunjungi, terutama keluarga ahli kubur.
Bahkan, ziarah kubur menjelang Ramadan ini sudah menjadi tradisi.
Ternyata, ziarah kubur dalam Islam memiliki makna yang dalam, yaitu menginggat kematian.
Nah, seperti apakah adab seseorang saat melakukan ziarah kubur? Berikut laporannya dikutip dari berbagai sumber.
1. Menginggat Kematian
Dari Abu Hurairah berkata: “Nabi berziarah ke makam ibunya, lalu beliau menangis dan membuat orang-orang di sekitar beliau juga menangis. Lalu beliau bersabda: “Aku meminta izin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampunan bagi ibuku, tetapi Tuhan tidak memberiku izin. Dan aku meminta izin berziarah ke makamnya, lalu aku diberi izin. Lakukanlah ziarah kubur, karena demikian itu dapat mengingatkan pada kematian. (HR. Muslim)
Hadist ini menunjukkan wujud bakti kepada orang tua sekalipun sudah tiada, yakni dengan menziarahi kuburnya. Melalui hadist ini pula dipahami oleh para ulama tentang kebolehan menziarahi kubur orang non-Muslim.
Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda: “Berziarahlah kalian ke kuburan, karena sesungguhnya hal itu dapat mengingatkan kalian pada kehidupan akhirat.” (HR. Ibnu Majah)
Dari lafadz hadist ini bisa dipahami ziarah kubur bertujuan mengingatkan kita kepada kehidupan akhirat, yang dengan demikian kita termotivasi untuk mempersiapkan bekal-bekal penting selama di dunia. Tentunya hal ini diperbolehkan dalam agama, karena dunia ini hanya sementara dan merupakan tempat mengumpulkan amalan shaleh untuk bekal di akhirat kelak.
2. Mengucapkan salam kepada ahli kubur
Adapun salam yang bisa diucapkan, yaitu: Assalaamu 'alaa ahlid diyaar. (Riwayat Abu Bakar)
3. Tidak memakai alas kaki di sekitar pemakaman
4. Mendoakan ahli kubur
Ada banyak doa-doa yang dapat dibaca selama ziarah. Diantaranya, ayat suci Alquran, shalawat, doa tahlil dan zikir.
5. Tidak mengucapkan ucapan buruk
6. Boleh menangis tetapi tidak boleh meratapi.
7. Tidak boleh duduk di atas kuburan.
Selain Adab, yang harus diperhatikan umat Islam saat ziarah kubur yaitu hikmah yang terkandung di dalamnya.
Berikut 5 hikmah ziarah kubur dalam ajaran Islam:
Pengampunan Dosa
Hikmah lain dari ziarah kubur adalah diampuninya dosa. Sebagaimana yang terdapat dalam kitab al-Mu'jam al-Kabir lit Tabhrani juz 19:
Artinya: "Rasulullah bersabda: Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan ia tercatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya" (HR Abu Hurairah).
Memohonkan Ampunan bagi Mayat
Hikmah selanjutnya adalah dapat memohonkan ampunan bagi orang yang telah meninggal dunia dan melapangkan kuburnya. Sebab doa-doa yang dipanjatkan dapat dirasakan oleh orang yang telah meninggal.
Perkara ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW pada hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami:
Artinya: "Seorang mayat dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang memohon pertolongan. Ia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak, dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya, maka itu lebih disukainya daripada dunia dan seisinya. Dan sesungguhnya, Allah menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah memohon istigfar kepada Allah SWT untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka" (HR. Ad-Dailami).
Menyadarkan Manusia sebagai Makhluk yang Lemah
Berziarah kubur dapat memberikan kesadaran bagi manusia bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah. Sekuat-kuatnya ataupun sebesar-besarnya kekuasaan manusia, ia tetap sangat lemah di hadapan Allah karena hakikatnya manusia memang diciptakan dalam keadaan lemah. Hal ini sebagaimana dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 28:
Artinya: "Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (dalam keadaan) lemah" (QS. An-Nisa:28)
Menghindarkan Diri Dari Cinta Dunia yang Berlebihan
Hikmah dari berziarah kubur selanjutnya adalah menghindarkan manusia dari cinta dunia yang berlebihan. Hakikatnya kehidupan di dunia hanyalah bersifat sementara.
Melakukan ziarah kubur akan menjadikan manusia sadar akan kemewahan dunia yang akan hilang pada masanya. Sesungguhnya kehidupan yang kekal abadi hanyalah kehidupan di akhirat.
Kenikmatan yang dirasakan manusia di dunia pasti akan ditanyai di akhirat kelak. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surat At-Takatsur ayat 8:
Artinya: "Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia" (QS. At-Takatsur:8). (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe