Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

JEC Luncurkan Matapedia Ensiklopedia Digital Kesehatan Mata di Konferensi Internasional JECIM 2025

Johan Panjaitan • Jumat, 25 April 2025 | 20:30 WIB
Kadiv Marketing and Communication JEC Group, Mubadiyah, S.Psi, MM; Dirut RS Mata JEC Menteng, sekaligus Ketua JECIM 2025, Dr. Referano Agustiawan, SpM(K); dan Kadiv Digital JECGroup, Dify Purba, MBA.
Kadiv Marketing and Communication JEC Group, Mubadiyah, S.Psi, MM; Dirut RS Mata JEC Menteng, sekaligus Ketua JECIM 2025, Dr. Referano Agustiawan, SpM(K); dan Kadiv Digital JECGroup, Dify Purba, MBA.


JAKARTA, SUMUTPOS.CO-Baca Juga: JEC Hadirkan One-Stop Service Kesehatan Mata Anak Pertama di Indonesia, sebagai eye care leader di Indonesia resmi memperkenalkan Matapedia—ensiklopedia digital kesehatan mata pertama di Indonesia. Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan JEC International Meeting (JECIM) di Fairmont Hotel Jakarta, Jumat(25/4/2025).

Peluncuran Matapedia menjadi tonggak penting transformasi digital dalam edukasi kesehatan mata di Indonesia.

Berbasis ilmiah dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami, Matapedia menyediakan ratusan artikel mengenai penyakit mata, prosedur medis, tips perawatan mata, hingga penjelasan teknologi oftalmologi terkini- semuanya disusun oleh tim dokter dan kontributor profesional kesehatan mata.

DR. Dr. Johan Hutauruk, Sp.M(K), Presiden Direktur JEC Korporat menyampaikan, “JEC berkomitmen untuk memajukan kesehatan mata di Indonesia melalui inovasi dan edukasi yang berbasis sains. Matapedia, sebagai ensiklopedia digital pertama di Indonesia, merupakan wujud nyata dari visi kami untuk mengoptimalkan penglihatan dan kualitas hidup masyarakat.

Inisiatif ini memperkuat posisi JEC sebagai pemimpin layanan mata dengan menyediakan informasi akurat yang memerangi misinformasi kesehatan, sekaligus memastikan akses pengetahuan bagi masyarakat dan tenaga medis di seluruh Indonesia.”

Platform ini menghadirkan beragam format konten, mulai dari teks dan infografis hingga konten audio-visual, dilengkapi dengan fitur canggih "Tanya AI" untuk konsultasi langsung mengenai gejala atau terminologi medis.

KOMDIGI mendapati dari total 1.923 konten hoaks yang terdeteksi sepanjang 2024, sekitar 163 di antaranya merupakan misinformasi terkait kesehatan.

Situasi ini semakin memprihatinkan, mengingat survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menemukan, 27,79 persen masyarakat Indonesia mengakses berita atau informasi tentang kesehatan di internet.

Sayangnya, Indeks Literasi Digital Indonesia 2024 oleh KOMDIGI menunjukkan angka 43,34 mengindikasikan masyarakat cukup mahir menggunakan perangkat digital, tetapi belum mampu memilah kevalidan informasi apalagi memverifikasi sumber informasi yang didapatkan.


Dr. Referano Agustiawan, SpM(K), Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng, sekaligus Ketua JECIM 2025 mengatakan, “Ketimpangan antara kebutuhan layanan dengan ketersediaan SDM ini menjadi alasan kuat mengapa platform seperti Matapedia urgen tersedia. Kami ingin memastikan bahwa di tengah keterbatasan akses layanan langsung, masyarakat tetap bisa mendapatkan informasi yang tepat, akurat, dan bisa dipercaya. Harapan kami, tak ada lagi orang tua yang bingung menghadapi masalah mata anak karena informasi tidak akurat. Tak ada lagi pasien glaukoma yang terlambat berobat akibat mitos yang dibacanya. Matapedia akan menjadi sahabat tepercaya kesehatan mata bagi semua kalangan.”


Peluncuran Matapedia bertepatan dengan penyelenggaraan JEC International Meeting (JECIM) 2025, forum ilmiah oftalmologi terlengkap di Indonesia yang digagas oleh JEC. D

“JECIM merupakan ajang berkumpulnya para profesional penanganan mata terkemuka dari seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan dan inovasi terkini di ranah oftalmologi. Mengusung tema ‘Shaping the Future of Vision,’ JECIM 2025 kami dedikasikan sebagai ruang kolaboratif, edukatif dan inklusivitas untuk membentuk masa depan oftalmologi yang lebih baik. Melalui forum ini, kami ingin mendorong lebih banyak diskusi lintas disiplin dan kolaborasi internasional, serta menginspirasi lahirnya terobosan-terobosan nyata,” ujar Dr. Referano.

Selama dua hari (25-26 April), para peserta akan mengikuti sesi ilmiah, workshop teknis, dan presentasi inovasi terbaru, termasuk penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam diagnosis retina, teknik bedah semi-robotik (yang menjanjikan peningkatan presisi dalam operasi mata, dan memungkinkan pengurangan kesalahan manusia dan meminimalisir risiko komplikasi) serta hospital management yang ditujukan kepada praktisi dalam mengelola rumah sakit dan klinik mata berstandar global.


Melalui peluncuran Matapedia dan penyelenggaraan JECIM 2025, JEC memperkuat komitmen menciptakan layanan mata inklusif berbasis sains—mencerminkan langkah strategis JEC dalam menghadapi era kesehatan digital dengan tetap mengutamakan keakuratan informasi dan akses yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Inovasi digital melalui peluncuran Matapedia dan kolaborasi global dalam JECIM 2025 semakin meneguhkan keterbukaan sekaligus komitmen JEC untuk terus memajukan ranah kesehatan mata di Tanah Air.

Tidak hanya melalui layanan medis mutakhir, tetapi juga dengan pengembangan keilmuan dan perluasan jangkauan edukasi hingga ke seluruh wilayah Indonesia. (ari/han)

Editor : Johan Panjaitan
#matapedia #Ensiklopedia #jec eye hospital & clinics #digital #Memperkenalkan