MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Dalam semangat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Bank Indonesia (BI) memperkuat komitmennya dalam transformasi digital melalui dua momentum penting: perluasan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) antarnegara dan pelaksanaan Medan Digifest 2025 sebagai bagian dari Pekan QRIS Nasional.
Salah satu terobosan yang paling disorot adalah QRIS Antarnegara yang kini dapat digunakan di Jepang, menjadikan inovasi sistem pembayaran digital Indonesia mampu menembus batas global. Berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi QRIS antarnegara pada Juni 2025 mengalami pertumbuhan 188 persen (year-on-year), mencerminkan antusiasme pengguna lintas negara dalam memanfaatkan kemudahan sistem ini.
“Langkah ini menjadi bukti bahwa inovasi Bank Indonesia mampu mengukir jejak di panggung dunia,” ujar Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Suryono, dalam acara penutupan Medan Digifest 2025.
Rangkaian acara Medan Digifest 2025 yang digelar selama tiga hari, 15–17 Agustus 2025 di Taman Cadika, Medan Johor, menjadi puncak perayaan Pekan QRIS Nasional 2025 di Sumatera Utara. Mengusung tema “Rayakan Digitalisasi, QRIS-nya Satu, Menangnya Banyak”, festival ini menyatukan hiburan, edukasi, kompetisi, dan literasi digital dalam satu kemasan.
Di hari penutup yang berlangsung pada Minggu (17/8), ribuan pengunjung memadati area festival. Berbagai kegiatan menarik digelar, antara lain:
Lomba mewarnai dan fashion show QRIS untuk anak-anak, Kompetisi skateboarding dan 3-on-3 basketball untuk kalangan muda, Digi-Sound Battle of Bands, yang memadukan instrumen tradisional dan musik elektronik futuristik, Digimaze & Digi-Mission, wahana edukatif yang mengajak peserta memahami modus kejahatan digital sambil menyelesaikan tantangan seru.
Melalui pendekatan edukasi interaktif, pengunjung diajak untuk mengenali bahaya penipuan digital serta memahami pentingnya PeKA (Pelindungan Konsumen Aktif) secara praktis dan menyenangkan.
Salah satu forum yang mencuri perhatian adalah Digitalks bertajuk “Bedah Karya QRIS Cross-Border”, yang melibatkan berbagai komunitas strategis: komunitas perempuan, akademisi, pegiat seni, perbankan, literasi digital, pemerintah daerah, hingga pelaku industri kreatif. Forum ini menjadi wadah diskusi dan pemahaman bersama mengenai manfaat serta potensi QRIS dalam transaksi lintas negara.
Medan Digifest 2025 sukses terselenggara berkat kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kota Medan, OJK, LPS, BMPD Sumatera Utara, Forkom IJK, serta dukungan dari kalangan akademisi dan komunitas lokal.
Dalam penutupan acara, Suryono menegaskan pentingnya membangun masyarakat yang adaptif terhadap perubahan teknologi, khususnya di sektor sistem pembayaran.
“Melalui Medan Digifest 2025, kita berharap lahir masyarakat yang tech-savvy, kompeten, dan mampu bersaing menghadapi arus globalisasi yang semakin pesat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa semangat perjuangan para pahlawan yang diperingati pada Hari Kemerdekaan harus dijadikan momentum untuk memperkuat persatuan, mempercepat kesejahteraan rakyat, dan menuju Indonesia yang digital, maju, dan berdaulat.
“BI berkomitmen menjalankan mandat sebagai bank sentral melalui bauran kebijakan yang memperkuat ketahanan dan transformasi ekonomi, bersinergi dengan pemerintah dan lembaga lainnya untuk pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya.(dwi/han)
Editor : Johan Panjaitan