SIMALUNGUN - Di tengah geliat pariwisata Danau Toba sebagai destinasi super prioritas nasional, muncul satu inovasi kuliner yang diharapkan mampu menjadi oleh-oleh khas baru bagi wisatawan, yakni bumbu instan saksang dalam bentuk sachet.
Inovasi ini lahir dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh dosen-dosen Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia bersama mitra Rumah Makan Khas Batak Tiurma Siboro, yang sudah lama dikenal masyarakat Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.
Adapun para dosen USM Indonesia yang melaksanakan Program PkM, yakni Dr Apt Yosy Cinthya Eriwaty Silalahi SFarm, MSi; Nettietalia br Brahmana SST, MKM; dan Drs Malemta Tarigan MSi.
Seperti diketahui, saksang merupakan satu menu tradisional Batak Toba yang digemari banyak orang, karena cita rasanya yang khas. Biasanya, bumbu saksang diolah secara tradisional dan langsung digunakan untuk masakan. Namun kini, melalui pendampingan, bumbu tersebut diubah menjadi bentuk serbuk kering dengan metode pengeringan dan pengemasan vakum.
Beberapa peralatan sederhana tapi efektif diperkenalkan, seperti lampu pijar dan vacuum sealer, yang membuat bumbu lebih tahan lama, higienis, dan praktis. Bumbu kemudian dikemas dalam ukuran 50 gram per sachet, lengkap dengan desain kemasan bercorak Batak Toba.
Tak hanya soal rasa dan kepraktisan, inovasi bumbu saksang sachet ini, juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Produksi yang semula hanya untuk kebutuhan rumah makan, kini meningkat menjadi puluhan hingga ratusan sachet per batch.
“Kami berharap produk ini bisa memperkuat identitas kuliner Parapat, sekaligus menambah pendapatan masyarakat sekitar. Inovasi sederhana, tapi punya dampak besar,” ungkap seorang dosen pendamping, Yosy Silalahi.
Dengan adanya bumbu instan saksang sachet ini, wisatawan kini memiliki alternatif oleh-oleh selain ulos, kopi, atau suvenir kerajinan. Bumbu saksang bisa menjadi ikon kuliner baru Danau Toba, yang mudah dibawa, praktis digunakan, dan tetap menghadirkan cita rasa autentik Batak Toba di meja makan keluarga. (rel/saz)
Editor : Redaksi