MEDAN - Bank Sumut memperkuat dukungan terhadap program percepatan penyediaan rumah 20.000 unit rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang digagas Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Bank Sumut dan DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumut, untuk penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan MBR di Kantor Pusat Bank Sumut, Rabu (15/10) lalu.
Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut, Syafrizalsyah mengatakan, stimulus yang diberikan Pemprov Sumut menjadi momentum penting mempercepat kepemilikan rumah bagi masyarakat, melalui berbagai kemudahan biaya seperti bebas provisi, bebas administrasi, gratis akad dan balik nama, khususnya untuk perumahan anggota REI.
“Ini menjadi bentuk sinergi antara Pemprov Sumut, Bank Sumut, dan REI. Masyarakat kini cukup menyiapkan uang muka satu persen dengan total kemudahan biaya yang nilainya mencapai sekitar Rp7,2 juta,” ungkap Syafrizalsyah, didampingi Direktur Kepatuhan Bank Sumut Eksir di sela-sela rapat koordinasi yang dihadiri oleh jajaran pemimpin divisi dan pemimpin cabang Bank Sumut.
Syafrizalsyah menuturkan,, kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Bobby Nasution untuk mempercepat penyediaan rumah layak bagi MBR.
“Biaya uang muka satu persen sudah ketentuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), sementara stimulus dan pembebasan biaya lainnya merupakan inisiatif dari Gubernur Sumut untuk meringankan masyarakat,” jelasnya.
Hingga September 2025, penyaluran FLPP di Sumut telah mencapai 8.161 unit, dengan Bank Sumut menyalurkan 759 unit rumah, terdiri atas 573 melalui unit konvensional dan 186 oleh Unit Usaha Syariah (UUS). Sejak 2011, Bank Sumut telah menyalurkan lebih dari 12 ribu unit rumah FLPP kepada masyarakat.
“Kami mendukung penuh target pembangunan 20 ribu rumah bersubsidi hingga akhir 2025. Program ini tidak hanya mendukung kesejahteraan masyarakat, tapi juga memperkuat kinerja intermediasi Bank Sumut sebagai BUMD terbesar di Sumut,” tegas Syafrizalsyah.
Sementara itu, Sekretaris DPD REI Sumut Muhammad Fadly Bangun, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumut atas stimulus yang diberikan untuk memperlancar pembangunan rumah subsidi, termasuk pembebasan retribusi PBG dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang nilainya bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp2,6 juta per unit.
Selain itu, Bank Sumut juga menghadirkan produk baru Kredit Program Perumahan (KPP) dengan bunga ringan hanya enam persen, yang memberi tambahan modal bagi pengembang untuk mempercepat pembangunan.
“Kolaborasi ini menjadi angin segar bagi pengembang. Hingga Oktober 2025 kami sudah menyiapkan 7.000 unit rumah dan dalam proses izin sekitar 12.000 unit. Kami optimistis target 20.000 unit rumah bersubsidi hingga akhir 2025 bisa tercapai,” ujar Fadly.
Kolaborasi antara Pemprov Sumut, Bank Sumut, dan REI ini, menunjukkan sinergi nyata dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat di sektor perumahan rakyat, sekaligus mempertegas peran Bank Sumut sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi daerah. (rel/saz)
Editor : Redaksi