Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ini Rahasia Indosat Bisa Menjadi Provider Pertama yang Aktif saat Bencana Sumatera di Aceh Tamiang

Juli Rambe • Jumat, 6 Maret 2026 | 21:23 WIB

ANDAL: Petugas lapangan Indosat saat memastikan jaringan BTS terjaga selama libur Nataru 2026. (Dok: Indosat)
ANDAL: Petugas lapangan Indosat saat memastikan jaringan BTS terjaga selama libur Nataru 2026. (Dok: Indosat)

 

SUMUT POS- Indosat menjadi provider yang pertama kali aktif dikala bencana banjir bandang dan longsor terjadi di Aceh Tamiang, pada akhir November 2025 yang lalu. Dan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indosat yang selalu memgutamakan kenyaman pelanggan.

Untuk memulihkan kebanggan tersebut, tim Indosat bekerja siang dan malam untuk memulihkan jaringan. Bukan hanya itu saja, tim juga harus melewati banjir dengan membawa pasokan BBM dan peralatan yang dipastikan tidak ringan.

Agus Sulistio selaku EVP - Head of Circle Sumatra mengungkapkan rahasia kenapa Indosat bisa menjadi provider pertama yang aktif saat Bencana Sumatera di Aceh Tamiang.

"Kita mengaktifkan site KRB 0012 di Kuala Simpang, karena merupakan Big Hub yang mengendalikan 12 anak site BTS yang berada disekitarnya," ujarnya di Kuala Simpang, Kamis (5/3/2026).

KRB 0012 ini terletak di atas bukit, sehingga tidak terendam banjir. Tetapi, karena menggunakan pipa fiber, sementara infrastruktur listrik saat itu juga padam, membuat Indosat harus mengaktifkan genset.

"Nah, genset yang kita gunakan berkapasitas 100 liter. Jadi, kita harus mengisi bbm jenis solar untuk mengaktifkannya," jelasnya lagi.

Agus mengungkapkan, begitu ada pemberitahuan bahwa Big Hub sedang tidak aktif, tim teknologi dan networking langsung terjun ke lapangan untuk mengetahui permasalahan. 

"Bersama mitra, kita terus bekerja. Harapannya hanya satu, provider aktif hingga komunikasi masyarakat bisa lancar. Karena kita tahu, banyak yang kebingungan karena putusnya komunikasi ini," tambahnya.

Agus Sulistio menambahkan, untuk pemulihan BTS ini membutuhkan waktu hingga 8 hari. Karena kerusakan paling parah adalah KRB 0012 ini menggunakan kabel fiber. 

Tetapi, karena longsor dan banjir serta lumpur, sangat sulit untuk mengetahui di mana posisi kabel yang putus.

"Keputusannya menghidupkan genset. Tim bersama mitra harus mengangkat berliter- liter BBM agar genset bisa hidup," ungkapnya.

Agus Sulistio mengatakan kinerja tim sangat diapresiasi. Dia menyadari bahwa tim pun pasti merasa sulit untuk tidur dan makan, karena mereka berada di daerah bencana.

"Kinerja mereka luar biasa. Dengan aktifnya BTS ribuan pelanggan dapat berkomunikasi. Belum lagi, jangkauan 12 anak site yang mampu menjangkau ribuan pelanggan lainnya," tutupnya. (ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Pemulihan jaringan indosat di aceh tamiang #Jaringan indosat di aceh tamiang #indosat