Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

KEK Seimangkei Jadi Solusi Atasi Pengangguran di Sumut

Juli Rambe • Selasa, 28 April 2026 | 04:00 WIB
Praktisi Hukum yang juga Pengamat Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Dr Minggu Saragih. (Dok: istimewa)
Praktisi Hukum yang juga Pengamat Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Dr Minggu Saragih. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Kepala Departemen Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia Wilayah Sumatera di Medan, Dr Minggu Saragih SH MH menilai, salah satu solusi mengatasi pengangguran di Sumatera Utara (Sumut) adalah dengan cara Pemerintah Daerah (Pemda) mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. 

Sebab, potensi inilah yang saat ini mengalami pertumbuhan yang positif.

Di mana berdasarkan keterangan dari Direktur PT Kawasan Industri Nusantara (PT Kinra), Arif Budiman, sejak beroperasi tahun 2015-2025 hingga kuartal ke-3, KEK Sei Mangkei berhasil merealisasikan investasi hingga Rp25,97 triliun dan menyerap 7.856 tenaga kerja. 

Baca Juga: Tusiyah, ASN yang Palsukan Surat Tanah di Polonia Divonis Ringan, JPU Langsung Banding

Lapangan kerja industri pengolahan KEK Sei Mangkei, yang berlokasi di Kabupaten Simalungun ini, memiliki total luas lahan 2.002,77 hektar (Ha). 

Kawasan ini, difokuskan pada industri hilir kelapa sawit, oleokimia, karet, dan logistik. Zona Industri sekitar 1.600 hektar diperuntukkan bagi zona industri sawit, karet, dan lainnya.

Sedangkan zona logistik, terdapat dryport atau pelabuhan kering, seluas 67,67 Hektar di dalam kawasan, serta kawasan industri karet yang memiliki area khusus seluas 432 hektar. 

KEK Sei Mangkei adalah KEK pertama di Indonesia, ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012. 

"Menjelang Hari Buruh Internasional (Mayday), yang jatuh pada 1 Mei 2026, serta diperingati oleh buruh seluruh dunia menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa, guna menghadapi tantangan geopolitik dan ekonomi global yang semakin hari tidak menentu. Dampak konflik yang berujung peperangan di Timur Tengah antara Iran versus Israel dan Amerika Serikat (AS) menjadi faktor penyebab akan terjadinya guncangan hebat dalam politik serta ekonomi yang akan berdampak ke seluruh negara tak terkecuali Indonesia, khususnya di Provinsi Sumut," katanya kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (26/4) sore.

Sehingga, menurut pria yang juga pernah menjadi ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut Periode 2011-2015, seluruh elemen bangsa wajib bersatu serta bahu membahu untuk bisa bertahan dan keluar dari situasi sulit saat ini.

"Walaupun kondisi ketenagakerjaan di Sumut masih relatif stabil, namun pemerintah dan para pemangku kekuasaan wajib waspada," bebernya. (dwi/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#kek seimangke #Pengangguran di Sumut #hari buruh