sumutpos.jawapos.com – Bank Indonesia (Bank Indonesia) memproyeksikan tekanan inflasi akan meningkat pada Juni hingga September 2026. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga bahan baku yang berpotensi mendorong harga sejumlah barang kebutuhan masyarakat.
Melansir Instagram @pandemictalks, Minggu (17/5/2026), dalam hasil Survei Penjualan Eceran Maret 2026, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk Juni 2026 tercatat 175,6, melonjak dari 157,4 pada Mei. Sementara itu, IEH September 2026 berada di level 163,2, lebih tinggi dibanding Agustus yang sebesar 157,2.
BI menyebut, kenaikan harga bahan baku menjadi faktor utama yang memicu meningkatnya tekanan inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Meski demikian, target inflasi nasional 2026 tetap berada pada kisaran 2,5±1 persen.
Baca Juga: Hidayat Batubara Ditunjuk sebagai Caretaker POBSI Sumut
Di sisi lain, BI juga memperkirakan aktivitas belanja masyarakat akan melambat. Indeks Ekspektasi Penjualan Juni 2026 turun menjadi 136,8, dipengaruhi musim ujian sekolah dan normalisasi konsumsi pasca-Lebaran.
Kabar ini langsung memicu beragam komentar dari netizen yang khawatir harga kebutuhan pokok kembali merangkak naik.
“Belum akhir bulan, dompet sudah sesak napas,” tulis seorang pengguna media sosial.
Baca Juga: BPOM Izinkan Minimarket Kelola Obat, Apoteker Ingatkan Jangan Sampai Profesi Mereka Tersingkir
“Yang naik duluan selalu harga. Gaji tetap jalan di tempat,” komentar netizen lainnya.
“Semoga yang naik cuma prediksi, bukan harga cabai dan beras,” ujar akun lain.
“Kalau bahan baku naik, ujung-ujungnya rakyat yang menanggung,” tulis seorang warganet.
Sebagian netizen berharap pemerintah dan otoritas moneter dapat menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.
Baca Juga: Nasabah PNM ULaMM Denpasar, Wayan Ubah Limbah Kayu Pantai Jadi Kerajinan Bernilai Ekspor
Jika proyeksi BI tersebut benar terjadi, masyarakat kemungkinan harus bersiap menghadapi kenaikan harga berbagai barang, mulai dari kebutuhan pokok hingga produk konsumsi sehari-hari.(lin)
Editor : Redaksi