MEDAN - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat upaya percepatan normalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan operasional Integrated Terminal Medan Group berjalan selama 24 jam guna mempercepat penyaluran BBM ke SPBU.
Direktur Optimasi Hilir & Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, mengatakan selain Integrated Terminal Medan Group, operasional selama 24 jam juga diterapkan di Fuel Terminal Pematang Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe untuk mendukung percepatan distribusi BBM ke seluruh wilayah Sumatera Utara.
Selain memperkuat operasional terminal, Pertamina juga mengoptimalkan pelayanan di SPBU. Sejumlah SPBU di wilayah terdampak, khususnya di Kota Medan, dioperasikan selama 24 jam agar masyarakat lebih mudah memperoleh BBM.
Baca Juga: Percasi Padang Lawas Ukir Sejarah, Raih Juara Umum Kejurprov Catur Sumut 2026
"Saat ini, stok BBM di Integrated Terminal Medan Group berada dalam kondisi aman. Untuk meningkatkan kapasitas distribusi, Pertamina Patra Niaga telah menambah armada melalui skema spot charter sebanyak 30 unit mobil tangki yang difokuskan untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU," ujar Hari.
Ia menambahkan, penguatan Awak Mobil Tangki (AMT) oleh Elnusa Petrofin selaku mitra transportasi juga terus dilakukan melalui kerja sama dengan Bekang TNI guna mendukung kelancaran operasional distribusi.
"Kami memastikan seluruh infrastruktur distribusi di wilayah Sumatera Utara bekerja secara maksimal. Operasional terminal selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki, penguatan personel Awak Mobil Tangki, hingga pengoperasian SPBU selama 24 jam merupakan langkah percepatan yang kami lakukan agar distribusi BBM dapat kembali normal secepat mungkin. Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar proses distribusi berjalan lancar," jelas Hari.
Baca Juga: Menaker Yassierli Gandeng India, Bidik Penguatan Talenta AI dan Kompetensi Digital Pekerja
Hari juga menegaskan bahwa tidak ada aksi mogok kerja yang dilakukan Awak Mobil Tangki (AMT).
Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga keandalan distribusi BBM dengan memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar yang berlaku.
"Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi maupun pelayanan kepada masyarakat. Apabila terdapat personel yang terbukti tidak menjalankan prosedur operasional sesuai ketentuan, perusahaan akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.
Baca Juga: F.SPTI-K.SPSI dan Alfamidi Sepakati Sistem Bongkar Muat Bergiliran
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, mitra transportasi, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan di SPBU resmi Pertamina. (rel/tri)
Editor : Redaksi