Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kabel Listrik Diduga Masuk ke Air, Korslet dan Semburkan Api

Admin-1 Sumut Pos • Jumat, 26 Februari 2016 | 14:05 WIB
Photo
Photo
Foto: Pardi/PM
Kapolres Tanah Karo, AKBP Viktor Togi Tambunan turun ke lokasi terowongan PLTA PT WEP yang meledak, untuk melakukan olah TKP, Kamis (25/2/2016).

KARO, SUMUTPOS.CO – Tragedi meledaknya terowongan proyek pembangunan PLTA yang dikelola PT. Wampu Elektrik Power (WEP) yang menewaskan 6 pekerja, dan 7 lainnya mengalami luka bakar serius, berbuntut panjang. Polres Karo yang menangani kasus ini siap menindak tegas perusahaan yang dikelola warga negara Korea itu.

“Kita tengah melakukan penyelidikan. Sejauh ini belum bisa disimpulkan apakah peristiwa ini murni kecelakaan kerja, atau ada unsur kelalaian. Jika tim Labfor Poldasu yang melakukan olah TKP menemukan ada pelanggaran atau tindak pidana, kita akan tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kapolres Karo AKBP Viktor Togi Tambunan saat dikonfirmasi, Kamis (25/2).

Orang nomor satu di Polres Karo itu mengaku, sejauh ini pihaknya telah memeriksa lima orang saksi, sekaligus pekerja PT.WEP di Desa Rih Tengah, Kecamatan Kuta Buluh, Rabu (24/2) pagi itu. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik (Labfor) Poldasu untuk melakukan olah TKP guna mengetahui penyebab pasti terjadinya peristiwa itu. Kelima karyawan PT. WEP itu aalah Mariel Gersang (24), Dicky Azhari Margolang (28), Irwanda Pulus Ginting (26), Agus Muharam (34) dan Sung Huan Im (46).

“Keenam korban meninggal dunia sudah kita lakukan identifikasi dan sudah diserahkan ke pihak keluarga masing-masing. Sedangkan 6 orang korban luka bakar masih menjalani rawat inap di RS Efarina Etaham. Satu orang korban hanya mengalami luka ringan dan tidak menjalani rawat inap,” jelas Viktor.

Dari hasil penyelidikan sementara, ledakan itu berawal saat keluarnya asap dari Persion Panel Tunnel (hawa udara) terowongan sekira pukul 09.00 WIB. Keterangan itu diperoleh pihaknya dari mandor/civil engineering PT. PEN Indonesia, Iwan Ginting (29) di Desa Rih Tengah, Kecamatan Kuta Buluh.

Melihat asap itu, Iwan langsung mematikan mesin genset dan memerintahkan pekerja lain untuk melakukan pengecekan ke terowongan. Namun tak lama berselang, 7 dari 13 pekerja keluar dari dalam terowongan dengan luka bakar. Sedangkan 6 pekerja lainnya ditemukan telah tewas dalam terowongan. Para korban akhirnya dievakuasi menggunakan mobil crane dan langsung dilarikan ke RS Efarina Etaham.

“Dari hasil cek TKP di dalam terowongan, penyebab sementara terjadinya kecelakaan akibat korsleting listrik. Kabel listrik diduga masuk ke dalam air yang mengakibatkan korsleting dan adanya semburan api. Para pekerja saat itu sedang mengerjakan pembuatan mall beton untuk menutup terowongan,” beber Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Martua Manik.

Data diperoleh, keenam korban tewas di antaranya Hamzah (19) warga Tebing Tinggi, Indra Sanjaya (21) warga Binjai, Anto Cibro (50) warga Sidikalang, Ruben Manurung (50) warga Porsea, Putra alias Ihsan (19) warga Tebing Tinggi dan Jali Mbako (32) warga Sidikalang.

Sementara, korban luka bakar serius di antaranya Sadam (20) dan Doli F. Sialagan alias Panjang (23) keduanya warga Siantar, Erwin Syahputra (31) warga Tanjung Morawa, Didit Pradana (23), Dermansyah (25) dan Mahrizal Yunus (25) ketiganya warga Tebing Tinggi. Sedangkan korban luka ringan yakni Ramadan Berutu (21) warga Desa Rih Tengah.


Photo
Photo
Foto" Anita/PM
Proyek pembangunan PLTA di Desa Rih Tengah, Kecamatan Kuta Buluh, Kabupaten Karo. Enam pekerja tewas melepuh, dan 7 luka bakar setelah ada ledakan di terowongan, Rabu (24/2) pagi.

Amatan di lokasi, sekira pukul 14.30 WIB, tim Labfor Poldasu bersama jajaran Polres Karo berangkat menuju PT. WEP di Desa Rih Tengah, guna melakukan olah TKP. Informasi yang diperoleh dari salah satu petugas Polres Karo, hingga pukul 17.00 WIB tim Labfor Poldasu masih melakukan penyelidikan di sekitar TKP.

Dikatakan, hingga saat ini pihaknya belum bisa menyampaikan hasil penyelidikan, karena tim labfor baru bisa masuk ke dalam terowongan hari hari, Jumat (26/2) dikarenakan faktor cuaca.

Ditemui di lokasi terpisah, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Karo, Ferianta Purba mendesak perusahaan raksasa itu segera menyetop seluruh kegiatannya. Hal ini penting karena PT. WEP harus bertanggungjawab atas kejadian yang menimpa 13 karyawannya.

“Selain itu, jauh sebelumnya, saya juga ngotot meminta agar pihak PT. WEP harus melengkapi persyaratan-persyaratan izin yang diminta pemerintah untuk pembangunan proyek PLTA. Misalnya saja izin amdal yang sampai hari ini belum dilengkapi juga,” kata Ferianta.

Ferianta juga meminta pihak kepolisian mengusut secara tuntas peristiwa ini. “Jika saja ada kelalaian, Polres Karo harus memproses sesuai hukum yang berlaku, karena ini menyangkut keselamatan kerja,” pungkas Ferianta.

Menyangkut soal tindak lanjut dari lembaga legislatif, kata dia pihaknya akan mengusulkan kepada pimpinan DPRD Karo untuk segera memanggil pihak-pihak yang berwenang di PT. WEP, untuk membahas peristiwa tersebut serta persoalan-persoalan yang belum tuntas belakangan ini.

“Kita akan meminta persoalan-persoalan selama ini agar secepatnya dituntaskan. Terlebih penanganan 13 pekerja. Apakah seluruh korban dan karyawan-karyawan lainnya sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Ini akan kita tindaklanjuti,” cetus Ferianta.

Sementara itu, keterangan yang diperoleh dari dokter Anestesi RS Efarina Etaham, dr. Husnul Span, tujuh pekerja yang jadi korban selamat menjalani perawatan intensif, dimana tiga dari empat korban kondisinya masih kritis.

Tiga orang korban masih ditempatkan di ICU, karena kondisinya cukup kritis dan mengalami luka bakar sangat serius dengan besaran luka mencapai 90 persen lebih.

“Untuk empat orang korban lainnya, meski sudah melewati masa kritis, kondisinya juga cukup memprihatinkan setelah selesai menjalani pembersihan luka bakar. Proses pemulihan korban terbilang tidak mudah dikarenakan mengingat tingginya efek luka bakar yang dialami masing-masing korban,” terangnya. (cr7/cr9/deo) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#terowongan PLTA WEP meledak di Karo #sumut #Pekerja PLTA WEP tewas