SIANTAR, Sumutpos.Jawapos.com- Rindy Liviani (21) dan Suci Ayu (21) menjadi korban jambret di Jalan SM Raja Kota Siantar, Senin (9/6) sekira pukul 12.30. Akibat kejadian itu, Rindy meninggal dunia, sementara Suci alami mengalami luka berat.
Rindy merupakan warga Nagori Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Sedangkan Suci warga Desa Nagori Usang, Kecamatan Tapian Dolok.
Informasi dihimpun, kejadian itu bermula saat Suci Ayu mengendarai sepedamotor Vario dan berboncengan dengan Rindy. Mereka melaju dari arah Parluasan menuju arah Simpang 2 Siantar. Namun tepat di depan SMP Negeri 7, Kecamatan Siantar Utara, mereka dipepet oleh dua pelaku jambret berboncengan pakai sepedamotor matic.
Seketika pelaku langsung jambret tas korban dan sempat terjadi tarik-tarikan. Bahkan antara pelaku dan korban sempat terjadi kejar-kejaran. Namun insiden itu membuat sepedamotor korban oleng hingga jatuh.
Karena benturan yang keras, Rindy meninggal di tempat. Sementara temannya Suci mengalami luka-luka, dan dibawa ke rumah sakit.
Sementara kedua pelaku langsung ditangkap polisi, dan sempat menjadi bulan-bulanan warga. Kedua pelaku turut serta terjatuh dari sepedamotor saat tarik menarik dengan kedua korban.
Kasat Reskrim Polres Siantar Iptu Sandi SIK mengatakan, kejadian tersebut sudah ditangani polisi. Dua orang sebagai pelaku sudah diamankan.
"Kronologis kejadian, pelaku jambret sempat tarik-menarik harta benda korban. Kemudian saat terjadi tarik-menarik, pelaku berhasil mengambil barang daripada korban sehingga dikejar korban dan terjadilah kecelakaan," ujar Kasat Reskrim.
"Untuk tindaklanjut, pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku setelah selesai ditangani pihak medis," jelasnya.
Rindi dan Suci Berniat Cari Pekerjaan
Terpisah, Nurdi (55) selalu ayah korban mengungkapkan bahwa korban merupakan anak kedua dari empat bersaudara.
"Tadi malam kami masih video call, dan ia mengatakan mau cari kerja ke daerah simpang 2," ujar Nurdi ketika ditemui di Ruang Forensik RSU Djasamen Saragih.
Ia mengaku tidak menyangka kalau putrinya itu menjadi korban jambret.
"Dia ini tinggal bersama saudara di daerah Beringin (Kabupaten Simalungun). Jadi dia bersama temannya mau cari kerja di pabrik pengalengan ikan. Kalau Suci (teman korban) juga masih keluarga," jelasnya sembari berurai air mata. (mag-7/han)
Editor : Johan Panjaitan